Pegawai hingga Pimpinan KPK Ikut Daftar Seleksi Capim

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua tim panitia seleksi (Pansel) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023, Yenti Ganarsih bersama tim saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 17 Juni 2019. TEMPO/Subekti.

    Ketua tim panitia seleksi (Pansel) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023, Yenti Ganarsih bersama tim saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 17 Juni 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan ada sejumlah pegawai lembaganya yang tertarik mendaftarkan diri menjadi calon pimpinan KPK (capim KPK) periode 2019-2023.

    Baca: Mantan Kabareskrim Polri Anang Iskandar Daftar Capim KPK

    "Ada tiga unsur yang ada di KPK yaitu pegawai, penasehat, dan pimpinan periode ini tertarik mendaftar menjadi capim," kata Ketua WP KPK, Yudi Purnomo Harahap, Rabu, 3 Juli 2019.

    Ia mengatakan sebagian dari mereka sudah mendaftar. Namun, sebagian lagi akan mendaftarkan diri pada hari ini. Ia enggan menyebutkan siapa saja yang mendaftar itu. "Biarlah nanti pansel yang berwenang mengumumkannya," kata Yudi.

    Per 3 Juli 2019, 191 orang sudah mendaftarkan diri ke Panitia Seleksi Capim KPK. Paling banyak dari mereka berprofesi sebagai advokat yakni, 43 orang. Selain itu, ada pula akademisi 40 orang, 18 pihak swasta, 13 jaksa dan hakim, 8 polisi, 3 auditor, 2 pimpinan KPK, dan sisanya dari beragam latar belakang.

    Baca: Mengintip Harta Kekayaan Perwira Polri Pendaftar Capim KPK

    Pansel bakal membuka tahap pendaftaran hingga Kamis, 4 Juli 2019. Pansel menargetkan ada lebih dari 200 orang yang akan mendaftar dalam seleksi ini. Sebelumnya, pansel membuka kemungkinan untuk memperpanjang masa pendaftaran bila diperlukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.