Demokrat: AHY Punya Kendaraan Politik, Wajar Jika Jadi Capres

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kedua putra Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono bersama para istri, Annisa Pohan dan Aliya Rajasa mengunjungi Presiden ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie di kediamannya, Jakarta, Rabu, 5 Juni 2019. Istimewa.

    Kedua putra Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono bersama para istri, Annisa Pohan dan Aliya Rajasa mengunjungi Presiden ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie di kediamannya, Jakarta, Rabu, 5 Juni 2019. Istimewa.

    TEMPO.CO, Bekasi - Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berpeluang menjadi kandidat kuat calon presiden di 2024. Ferdinand menilai Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat itu bukan cuma memiliki kapasitas, tetapi juga kendaraan politik.

    "AHY memang sudah punya modal. Modal nama, kapasitas, kapabilitas, serta kendaraan politik. Jadi nama AHY tentu akan diperhitungkan," kata Ferdinand ketika dihubungi, Rabu, 3 Juli 2019.

    Baca juga: AHY-Ibas Berlebaran dengan Megawati, JK: Cairkan Suasana Politik

    Pernyataan Ferdinand disampaikan menanggapi prediksi Lingkaran Survei Indonesia Denny JA yang menyebut Agus Harimurti Yudhoyono berpeluang menjadi calon presiden di 2024. Lembaga survei itu merilis 15 nama yang potensial maju sebagai calon presiden 2024.

    Selain AHY, ada nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua DPP PDIP Puan Maharani, dan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

    Ada pula nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala BIN Budi Gunawan, Kapolri Tito Karnavian, dan mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo. Nama kelima belas ialah mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

    14 nama itu masuk dalam radar. Sedangkan orang ke15, bisa jadi the next Jokowi. “Orang-orang yang sebelumnya tidak masuk radar, namun tiba-tiba muncul," kata peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar di kantornya, Jakarta pada Selasa, 2 Juli 2019.

    Baca juga: Partai Demokrat Belum Putuskan Sikap Ikut Pemerintah atau Oposisi

    Ferdinand sepakat nama-nama yang dimunculkan itu akan mendominasi kancah perpolitikan Indonesia mendatang. Namun menurut dia, nama-nama itu nantinya akan terseleksi dalam kaitannya dengan kendaraan politik."Kendaraan politik ini sangat penting karena tanpa itu akan sulit masuk bursa."

    Adapun AHY, kata Ferdinand, berpeluang besar karena sebelumnya pun sudah santer disebut-sebut sebagai kandidat pemimpin masa depan. Survei menjelang pemilihan presiden 2019 sebelumnya menempatkan AHY sebagai kandidat kuat calon wakil presiden. "Bukan sekadar kandidat tapi kandidat terkuat dengan presentase tertinggi cawapres dari banyak lembaga survei," kata Ferdinand.

    Meskipun akhirnya tak maju di pilpres 2019, Ferdinand mengatakan nama AHY pada dasarnya telah ada di hati publik. Dia pun menganggap AHY tinggal memelihara gerakan politiknya. "Agar betul-betul menjadi yang akan mendominasi panggung politik lima tahun ke depan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.