Sekjen Golkar: Tak Adil Kepemimpinan Airlangga Dibilang Gagal

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengikuti rapat terbatas persiapan KTT Asean dan KTT G20 di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019. Presiden juga membahas persiapan  kunjungan kerja dalam KTT G20 di Osaka, Jepang. ANTARA/Wahyu Putro A

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengikuti rapat terbatas persiapan KTT Asean dan KTT G20 di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019. Presiden juga membahas persiapan kunjungan kerja dalam KTT G20 di Osaka, Jepang. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Bogor- Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Lodewijk F. Paulus menilai tidak adil jika menyebut kepemimpinan Airlangga Hartarto gagal. Airlangga, kata dia, telah bekerja keras memperbaiki citra Golkar yang sempat tercoreng imbas dualisme kepengurusan dan kasus hukum yang menimpa sejumlah petinggi partai.

    Di awal kepemimpinan Airlangga, kata dia, elektabilitas Golkar berdasarkan sejumlah lembaga survei hanya 6 persen. Namun hasil pemilu 2019 menunjukkan mereka mampu meraup 12,31 persen atau naik 100 persen. “Sehingga adil dalam melihat yang disebut gagal atau berhasil," katanya di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa, 2 Juli 2019.

    Baca juga: Eks Wasekjen Golkar Sebut Tudingan Rizal Malarangeng Tak Elok

    Dalam lima tahun partai berlambang pohon beringin itu telah berkali-kali berganti ketua umum. Airlangga, sebagai ketua umum terakhir, hanya memiliki waktu 15 bulan untuk menyiapkan partai menyambut Pemilu 2019 sejak mulai menjabat pada Desember 2017.

    Kepemimpinan Airlangga di Golkar belakangan menjadi sorotan. Sejumlah kader meminta segera diselenggarakan Musyawarah Nasional untuk mencari ketua umum yang baru. Sejumlah tokoh telah menyatakan siap maju untuk memperebutkan kursi pimpinan seperti Bambang Soesatyo dan Indra Bambang Utoyo.

    Baca juga: Golkar Tangkap Sinyal Jokowi Ingin Airlangga Jadi Ketua Umum

    Meski muncul desakan penyelenggaraan Munas, Lodewijk menegaskan jika DPP tidak akan melakukannya kecuali pada Desember atau tepat saat masa jabatan Airlangga berakhir. "Sebenarnya (desakan) dipercepat tentu harus dengan alasan. Tapi kami di DPP melihat tidak ada alasan yang urgent."

    Lodewijk menjelaskan DPP Golkar tetap akan membuka pintu bagi seluruh kader yang ingin maju di pemilihan ketua umum. "Makin banyak (calon), makin bagus."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.