Eks Wasekjen Golkar Sebut Tudingan Rizal Malarangeng Tak Elok

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar, Bambang Soesatyo, menerima dukungan dari DPD Provinsi Kalimantan Selatan, di rumah dinasnya Jalan Widya Chandra III, Jakarta, Sabtu 29 Juni 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar, Bambang Soesatyo, menerima dukungan dari DPD Provinsi Kalimantan Selatan, di rumah dinasnya Jalan Widya Chandra III, Jakarta, Sabtu 29 Juni 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta -Bekas Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lalu Mara mengkritik tudingan Rizal Mallarangeng kepada Bambang Soesatyo.

    Lalu menganggap tudingan bahwa Bamsoet mencuri dukungan untuk menjadi calon ketua umum Golkar tidak elok.

    Baca juga : Golkar Tangkap Sinyal Jokowi Ingin Airlangga Jadi Ketua Umum

    “Sesama kader Partai Golkar, apalagi Pak RM (Rizal Mallarangeng) kan posisinya ketua, ya menurut saya tidak pas saja diksinya. Masih banyak diksi yang lebih tepat dan elok,” kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 2 Juli 2019.

    Sebelumnya, Rizal menganggap Bamsoet sudah mencuri suara Dewan Pimpinan Daerah Golkar di DKI Jakarta untuk mendukungnya menjadi calon ketua umum Golkar.

    Pelaksana Tugas Ketua DPD I Golkar DKI ini mengatakan dukungan DPD tingkat II DKI menyatakan dukungan tanpa sepengetahuannya. “Saya lagi antar anak sekolah ke Amerika, tiba-tiba ada gerakan,” kata Rizal.

    Enam DPD II DKI Jakarta memberikan dukungan kepada Bamsoet untuk maju menjadi calon ketua umum. Dukungan itu disampaikan di rumah dinas Ketua DPR, 29 Juni 2019. Malam harinya, dukungan itu dicabut dengan alasan belum ada koordinasi dengan pimpinan Golkar DKI, yakni Rizal.

    Baca juga : Perebutan Kursi Ketua Umum Partai Golkar, Rizal: Yang Salah Bamsoet

    Lalu menganggap diksi yang dipilih Rizal dalam menanggapi polemik di Golkar ini terlalu keras. Menurut dia, pilihan kata itu justru bisa memicu reaksi dan perlawanan yang lebih keras. “Pak Rizal tak perlu menyampaikan secara terbuka apa yang sudah dilakukannya kepada Pak Bambang. Itu tidak baik. Tidak elok,” ujar dia.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.