Jokowi Akan Temui Tim Kampanye Nasional di Istana Bogor Hari Ini

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra, usai melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 1 Juli 2019. Tempo/Friski Riana

    Kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra, usai melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 1 Juli 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan bertemu dengan jajaran Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf di Istana Bogor, Jawa Barat pada hari ini, Selasa, 2 Juli 2019. Pertemuan diagendakan digelar pukul 19.30.

    Wakil Sekretaris TKN Verry Surya Hendrawan mengatakan agenda itu digelar untuk silaturahmi dan mensyukuri kemenangan Jokowi - Ma'ruf dalam pemilihan presiden 2019. "Akan hadir ketua, sekretaris, bendahara TKD (Tim Kampanye Daerah) 34 Provinsi dan TKN KIK (formasi pimpinan)," kata Verry saat dihubungi Tempo pada Senin malam, 1 Juli 2019.

    Baca juga: Ditanya soal Kabinet Jokowi, Yusril: Apa iya Saya Menkumham Lagi?

    Sebelumnya, Ketua Tim Hukum Jokowi - Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra bersama seluruh tim kuasa hukumnya yang berjumlah 33 orang juga bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor, Senin malam, 1 Juli 2019.

    Menurut Yusril, silaturahmi bersama Jokowi digelar agar saling mengakrabkan. Selain itu, ia dan tim hukum akan berkonsultasi dengan Jokowi mengenai tindak lanjut keputusan Mahkamah Konstitusi tentang sengketa hasil pemilihan presiden 2019.

    Baca juga: MK Dituduh Curang, Tim Hukum Jokowi Akan Sosialisasi Putusan

    Dalam putusan yang dibacakan pada Kamis, 27 Juni 2019, Mahkamah menyatakan menolak seluruh permohonan yang diajukan tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga, serta mengukuhkan kemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.