Pendaftar Capim KPK Didominasi Dosen dan Pengacara

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam konferensi pers setelah dipanggil Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, 17 Juni 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam konferensi pers setelah dipanggil Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, 17 Juni 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yenti Garnasih, mengatakan pendaftar capim KPK sejauh ini didominasi dosen dan pengacara. Hingga Senin sore, sudah ada 93 pendaftar.

    Baca: Jumlah Pendaftar Capim KPK, Masih Kalah Banyak Dibanding 2015

    "Sudah 93 orang mendaftar, yang didominasi dosen dan pengacara," kata Yenti saat ditemui di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Jakarta, Senin sore, 1 Juli 2019. Masa Pendaftaran hanya menyisakan dua hari, karena akan ditutup pada 4 Juli 2019.

    Yenti mengatakan 93 orang ini memiliki latar belakang beragam. Sebanyak 22 orang berasal dari kalangan dosen, 20 dari advokat, hingga ada 2 orang dari kepolisian. Selain itu, ada pula yang berlatar belakang perpajakan, pensiunan jaksa, hingga orang keuangan.

    Angka ini masih jauh di bawah total pendaftaran tahap awal di tahun 2015 sebanyak 234 orang. Setelah diperpanjang, angkanya bahkan melonjak hingga lebih dari 400 orang.

    Meski masih jauh dari tahun 2015, namun Yenti masih optimistis angka ini akan terus melonjak. Pada Senin saja, pendaftar mencapai 22 orang. Di sisa hari pendaftaran, dia yakin angka ini bisa bertambah. Meski begitu, opsi waktu perpanjangan waktu pendaftaran tetap terbuka.

    Baca: Polri Keluarkan Nama Perwiranya untuk Daftar ke Pansel KPK Juli

    "Kami akan lihat. Kita tidak hanya melihat kuantitas, kalau dari kualitas sudah cukup tidak diperpanjang," kata Yenti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.