Berbincang 4 Mata dengan Jokowi, Yusril: Bahas Konstitusi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra, usai melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 1 Juli 2019. Tempo/Friski Riana

    Kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra, usai melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 1 Juli 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Bogor-Kuasa hukum Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, mengaku sempat berbincang empat mata dengan Presiden Jokowi sebelum melakukan pertemuan dengan seluruh anggota tim hukum di Istana Kepresidenan Bogor, Senin, 1 Juli 2019. "Ya, ada yang dibicarakan terkait masalah berbagai hal, termasuk masalah konstitusi kita, UUD 1945," kata Yusril.

    Jokowi melakukan pertemuan dengan anggota tim hukum yang membelanya saat sengketa hasil pemilu presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi. Pertemuan itu dijadwalkan pukul 19.00 WIB. Namun, Yusril tiba lebih cepat di Isana Bogor sebelum pukul 17.00.

    Baca Juga: Yusril Akan Laporkan Hasil Sidang MK Pada Jokowi - Ma'ruf

    Yusril menuturkan ada banyak pertanyaan dari Jokowi kepada dirinya mengenai masalah yang berkembang di masyarakat. Salah satunya adalah wacana mengamandemen kembali UUD 1945 atau kembali ke UUD 1945 yang murni.

    "Jadi yang hal-hal seperti ini banyak sekali yang beliau tanyakan ke saya dan saya jawab sebisa-bisanya," kata Yusril.

    Dalam perbincangan itu, ujar Yusril, Jokowi juga meminta saran berbagai persoalan mengenai pembangunan hukum di Indonesia. Misalnya tentang kepastian hukum, harmonisasi hukum yang sering menjadi hambatan di bidang investasi, dan hambatan upaya menegakkan hukum. "Jadi itu yang sebenarnya lebih spesifik beliau bicarakan kepada saya."

    Simak Juga: Jokowi Ajak Prabowo dan Sandiaga Bangun Negeri Bersama-sama


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?