Bupati Pacitan Menyatakan Penularan Penyakit Hepatitis A Menurun

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perawat diberikan vaksin hepatitis B di RSSA Malang, Kamis (6/8). Seluruh karyawan dan petugas kesehatan diwajibkan untuk mengikuti vaksin hepatitis menangkal penyebaran virus hepatitis. Foto: TEMPO/Nurdiansah

    Seorang perawat diberikan vaksin hepatitis B di RSSA Malang, Kamis (6/8). Seluruh karyawan dan petugas kesehatan diwajibkan untuk mengikuti vaksin hepatitis menangkal penyebaran virus hepatitis. Foto: TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Pacitan- Bupati Pacitan, Jawa Timur, Indartato menyatakan bahwa penularan penyakit  hepatitis A yang mewabah di wilayahnya mengalami penurunan dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Kasus terbaru yang tercatat di dinas kesehatan setempat pada Senin, 1 Juli 2019 sebanyak 18 penderita.

    Jumlah itu termasuk daftar kasus yang mencapai 975 per awal Juli ini. "Namun, ada penurunan (penularan) setiap harinya dibandingkan waktu sebelumnya," kata Indartato.

    Baca: Jumlah Penderita 577 Orang, Pacitan Tetapkan KLB Hepatitis A

    Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, penularan virus hepatitis A paling banyak terjadi pada 19 Juni lalu. Jumlah kasusnya sebanyak 103 dan terus mengalami penurunan. Dengan kondisi itu, Indartato menyatakan penyebaran wabah penyakit itu telah  mampu dikendalikan oleh pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan.

    Sebelumnya pemerintah telah menetapkan stasus kejadian luar biasa (KLB) hepatitis A di Pacitan. Dengan status tersebut Pemkab Pacitan bakal mengeluarkan dana tak terduga yang ada di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2019 untuk mengatasi wabah tersebut.

    Indartato menuturkan realisasi pencarian dana itu masih dalam proses administrasi. "Sekarang kami terus berupaya melakukan penanggulangan risiko terus menerus, seperti memantau tempat air dan makanan tetap bersih," ujar bupati dua periode ini.

    Simak Juga: KLB Hepatitis A di Pacitan, Cek Gejala dan Cara Menghindarinya

    Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Eko Budiono berujar wabah  hepatitis A awalnya diketahui di Desa Sudimoro. Selang beberapa kemudian, sejumlah warga lain dinyatakan terserang penyakit serupa. "Penyebarannya melalui makanan kemudian orang ke orang," ujar dia.

    Untuk menanganinya,kata dia,  ratusan penderita hepatitis A dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr Darsono. Namun, hingga 1 Juli 2019, jumlah penderita yang dirawat tinggal 30 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.