Heli MI-17 Hilang, Pencarian Hari ke-4 Belum Temukan Titik Terang

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas tim gabungan melakukan persiapan untuk melakukan pencarian Heli MI17 milik TNI AD yang hilang kontak di Oksibil, Papua, Sabtu, 29 Juni 2019. Heli MI17 dengan nomor registrasi HA-5138 hilang kontak pada dalam penerbangan dari Oksibil menuju Jayapura, Papua. ANTARA/HO/Basarnas Jayapura

    Sejumlah petugas tim gabungan melakukan persiapan untuk melakukan pencarian Heli MI17 milik TNI AD yang hilang kontak di Oksibil, Papua, Sabtu, 29 Juni 2019. Heli MI17 dengan nomor registrasi HA-5138 hilang kontak pada dalam penerbangan dari Oksibil menuju Jayapura, Papua. ANTARA/HO/Basarnas Jayapura

    TEMPO.CO, Jakarta - Hingga hari ke-4 pencarian heli MI-17 milik TNI AD yang putus kontak di Jayapura,  belum juga menemukan titik terang. "Pencarian dilakukan sejak pukul 07.00 hingga 15.00 WIT melalui udara maupun darat," Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Kolonel Infanteri Muhammad Aidi, saat dihubungi, Senin, 1 Juli 2019.

    Baca juga: Pencarian Heli MI-17 yang Hilang Dilakukan Lewat Darat dan Udara

    Aidi mengatakan proses pencarian dengan jalur udara akan dilanjutkan besok. Sedangkan proses pencarian jalur darat tetap dilanjutkan sesuai sektor masing-masing tim. "Mereka akan istirahat di jalan. Waktu dan tempat istirahat ditentukan Dantim dengan mempertimbangkan kondisi fisik pasukan dan faktor keamanan," kata dia.

    Pencarian melalui udara dilakukam dengan mengerahkan dua unit helly Bell 412 TNI - AD dan satu unit CN 235 TNI AU sebagai supporting flight. "Dan juga satu unit helly Bell 206 bantuan penerbangan sipil."

    Selain itu pencarian melalui darat dilakukan oleh Tim SAR darat dengan kekuatan satu SSK berjumlah 100 orang. Pencarian ini dilakukan di Kabupaten Oksibil dan Kabupaten Jayapura.

    Helikopter TNI AD jenis MI-17 hilang kontak dalam penerbangan dari Bandara Oksibil ke Bandara Sentani, Jayapura, Jumat, 28 Juni 2019, sekitar pukul 11.49 waktu setempat. Heli yang dipiloti Kapten CPN Aris membawa 11 penumpang dan kru.

    Helikopter bertolak ke Sentani, setelah melakukan misi pendorongan logistik (dorlog) ke Pos Udara Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Distrik Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang Papua. Helikopter sempat singgah di Bandara Oksibil untuk mengisi bahan bakar.

    Setelah itu, heli berangkat dari Bandara Oksibil menuju Sentani, Jayapura pada pukul 11.44 WIT. Namun, beberapa menit setelah lepas landas, heli itu dikabarkan hilang kontak. Aidi belum bisa memastikan penyebab peristiwa ini terjadi. "Belum bisa disimpulkan,"  kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.