Rapat dengan DPR, KPK Jamin Kasus Emirsyah Satar Selesai Juli Ini

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Emirsyah Satar (tengah) menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan oleh penyidik di gedung KPK, Jakarta, 17 Februari 2017. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Emirsyah Satar (tengah) menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan oleh penyidik di gedung KPK, Jakarta, 17 Februari 2017. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarief menjamin bahwa kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia yang menjerat Direktur Utama PT Garuda Indonesia 2005-2014, Emirsyah Satar, selesai dalam bulan ini. "Dicatat saja Komisi III, sebagai rapor merah kalau Juli ini belum selesai. Itu jaminan saya sebagai pribadi," ujar Syarief dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Hukum DPR hari ini di Kompleks Parlemen, Senayan pada Senin, 1 Juli 2019.

    Syarief menjelaskan kasus korupsi Emirsyah lama diselesaikan karena dokumen baru yang diterima dari Inggris dan Singapura yang diperoleh KPK dua bulan lalu, semuanya berbahasa Inggris. "Jadi harus diterjemahkan satu per satu sebagai bukti yang akan kami sampaikan di pengadilan," ujar dia.

    Baca juga: Emirsyah Satar Tak Banyak Bicara Setelah Diperiksa KPK Empat Jam

    KPK mengatakan telah menemukan bukti dan fakta baru kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia. Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua tersangka yakni mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia 2005-2014 Emirsyah Satar (ESA) dan presiden komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo (SS).

    Keduanya menjadi tersangka sejak 16 Januari 2017, namun sampai saat ini KPK belum ditahan.

    Baca juga: Kasus Emirsyah Satar, KPK Periksa Suami Dian Sastro Enam Jam

    Emirsyah Satar diduga menerima suap 1,2 juta euro dan US$ 180 ribu atau senilai Rp20 miliar serta dalam bentuk barang senilai US$ 2 juta yang tersebar di Singapura dan Indonesia dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 pada PT Garuda Indonesia Tbk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.