Voxpol Center: Gerindra Sebaiknya Berpuasa Lima Tahun Lagi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bertemu Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) saat melayat di rumah duka, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin, 3 Juni 2019. Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono kepada  Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. ANTARA

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bertemu Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) saat melayat di rumah duka, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin, 3 Juni 2019. Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono kepada Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai Gerindra berpeluang besar punya momentum emas dan kans memenangkan pemilu 2024, seandainya bertahan di barisan oposisi. "Lebih baik Gerindra puasa 5 tahun lagi." Pangi menyampaikannya melalui keterangan tertulis pada Senin, 1 Juli 2019.

    Pangi menyebut ada beberapa alasan yang memungkinkan Gerindra punya peluang emas pada 2024. Pertama, Gerindra punya kans bisa memenangkan pemilu legislatif 2024, kalau citra pemerintah Jokowi tidak memuaskan dan tidak mampu memenuhi target janji politiknya.

    Baca juga: Waketum Gerindra: Banyak Siluman Ingin Adu Domba Prabowo - Jokowi

    Menurut Pangi, Jokowi punya asosiatif langsung terhadap PDIP, kalau Jokowi baik, PDIP juga mendapatkan dampak elektoral. “Tapi kalau kinerja Jokowi periode kedua tidak baik, berpotensi menggerus elektabilitas PDIP," ujar Pangi.

    Kedua, ujar dia, Gerindra adalah salah satu partai yang mampu mengimbangi dan mengkoreksi jalannya pemerintahan. "Ini partai papan atas yang punya roh “bergaining posisition” memainkan peran oposisi," ujar dia.

    Baca juga: Gerindra, PAN, Demokrat Hadiri Penetapan Jokowi sebagai Presiden

    Ketiga, ujar dia, partai pengusung utama Jokowi pasti sedikit “keberatan” jika  PAN, Demokrat, Gerindra maupun PKS hendak bergabung, karena bisa menganggu jatah kursi menteri dan jabatan strategis lainnya.

    Etika partai pengusung capres usai kontestasi, ujar Pangi, seharusnya mencontoh Amerika Serikat, partai-partai punya fatsun politik. Sehingga, tidak ada cerita setelah presiden terpilih, yang tadinya berseberangan, lalu di tengah jalan bergabung ke koalisi presiden terpilih. "Kita ini ya lucu, karena alasan 'mengamankan' kepentingan di parlemen,  lalu menjadi alasan merangkul partai oposisi dalam pilpres," ujar Pangi Syarwi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.