Waketum Gerindra: Banyak Siluman Ingin Adu Domba Prabowo - Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Kampung Anti Hoax, Joho, Manahan, mengenakan penutup wajah bergambar Capres nomor urut 01 Jokowi, dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto saat aksi Ruwatan Indonesia di Solo, Jawa Tengah, Rabu, 24 April 2019. Aksi ini juga untuk merawat kerukunan warga guna mewujudkan persatuan Indonesia. ANTARA/Maulana Surya

    Warga Kampung Anti Hoax, Joho, Manahan, mengenakan penutup wajah bergambar Capres nomor urut 01 Jokowi, dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto saat aksi Ruwatan Indonesia di Solo, Jawa Tengah, Rabu, 24 April 2019. Aksi ini juga untuk merawat kerukunan warga guna mewujudkan persatuan Indonesia. ANTARA/Maulana Surya

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono menilai banyak pihak yang terus berupaya mengadu domba Prabowo Subianto dengan Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi.

    Baca: Gerindra: MK Jadi Langkah Terakhir Prabowo di Sengketa Pilpres

    "Banyak lelembut-lelembut, siluman yang ingin menghancurkan persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia, dengan cara terus mengadu domba Prabowo dengan Jokowi, Ibu Mega dengan Pak Prabowo, serta antara Gerindra dan PDI Perjuangan setelah putusan Mahkamah Konstitusi," kata Arief dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad, 30 Juni 2019.

    Dia mengatakan banyak yang takut apabila Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, dan PKB bersatu untuk melakukan pembenahan pemerintahan agar lebih baik lagi.

    "Prabowo dan Ibu Mega itu sangat dekat secara pribadi dan bersahabat kental. Prabowo itu paling suka kalau makan nasi Goreng yang dimasak Ibu Mega, dan Prabowo itu sangat menghormati ibu Mega," kata dia.

    Dia menilai banyak yang terus mempermasalahkan tidak adanya ucapan selamat dari Prabowo - Sandiaga kepada pemenang Pilpres 2019 Jokowi - Ma'ruf Amin. Padahal, kata dia, Prabowo - Sandiaga yang mewakili Gerindra sangat menghormati dan patuh dengan putusan Mahkamah Konstitusi tentang sengketa Pilpres.

    "Padahal makna menghormati dan patuh terhadap putusan MK itu jauh lebih tinggi nilainya daripada sekedar mengucapkan selamat," ujar Arief.

    Baca: Jokowi Bilang Masih Perlu Waktu Ajak Prabowo Berkoalisi

    Menurut dia, Jokowi sebagai figur orang Jawa juga akan lebih senang dan bangga dengan penghormatan yang dilakukan Prabowo - Sandiaga terhadap putusan MK. Karena hal tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa Pilpres sudah berjalan secara demokratis dan tidak ada kecurangan karena sudah diuji oleh MK secara konstitusional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.