Idris Laena: Pancasila Ideologi Jalan Tengah

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Fraksi Golkar MPR RI, Ir HM Idris Laena MH.

    Sekretaris Fraksi Golkar MPR RI, Ir HM Idris Laena MH.

    INFO NASIONAL — Sekretaris Fraksi Golkar MPR RI, Ir Idris Laena, mengaku kagum pada kehebatan para pendiri bangsa yang telah merumuskan dasar negara, ideologi yang sekaligus falsafah hidup bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan merumuskan lima kalimat bertuah yang kemudian disebut Lima sila.
     
    "Bagi sebagian besar orang, mungkin ini dianggap sebagai hal yang biasa saja. Tetapi, pernahkah terpikir oleh kita bahwa proses untuk merumuskan kalimat demi kalimat, serta merangkum dalam satu bingkai sakti yang dinamakan Pancasila, bukanlah perkara mudah," ujarnya saat berbicara dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Jakarta, Minggu, 30 Juni 2019.
     
    Bahkan, kata Idris, ketika berkunjung Ke Perpustakaan Leiden University, di Negeri Belanda, kami sempat berdiskusi dengan beberapa Profesor di sana dan yang mengagetkan adalah ketika mereka mengatakan bahwa Belanda tidak merasa pernah menjajah Indonesia.
     
    Karena Indonesia baru ada setelah merdeka, yang terjadi sebenarnya adalah bahwa Nedherland memiliki koloni, yang berupa kerajaan-Kerajaan yang ada di Nusantara.
     
    "Menyimak secara seksama pernyataan itu, meskipun sempat berdebat dengan mereka, dalam batin saya, luar biasa para pendiri bangsa ini," ucapnya.
     
    Karena ternyata mereka mendirikan satu bangsa besar bernama Indonesia, dari serpihan-serpihan kerajaan yang ada di Nusantara, yang terdiri dari puluhan ribu pulau, dengan ribuan bahasa dan keanekaragaman budaya dan agama, hanya dimulai dengan semangat para pemuda yang mendeklarasikan Sumpah Pemuda.
     
    Yang menarik, lanjut Idris, bahwa para pemuda kita saat itu, 28 oktober 1928 berani bersumpah, ”Bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia, berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa yang satu, bahasa Indonesia”.
     
    "Padahal secara teritori, wilayah yang akan mereka sebut Indonesia itu masih berupa kerajaan-kerajaan yang ada dihamparan Nusantara," tuturnya. (*)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.