Ketua DPR Minta Semua Kalangan Akhiri Polarisasi Akibat Pilpres

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berharap agar semua pihak mengedepankan kepentingan bangsa. (Dok. DPR RI)

    Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berharap agar semua pihak mengedepankan kepentingan bangsa. (Dok. DPR RI)

    TEMPO.CO, JakartaKetua DPR RI Bambang Soesatyo meminta semua komunitas dan seluruh elemen bangsa bersama-sama mengakhiri polarisasi yang terjadi masyarakat akibat pemilihan presiden 2019. "2019 sudah selesai. Harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara harus segera dipulihkan," kata Bambang Soesatyo melalui pernyataan tertulisnya di Jakarta, Ahad, 30 Juni 2019. Ia meminta agar semua pihak membangun kembali persatuan dan kesatuan bangsa yang menjadikan Indonesia negara kuat

    Bambang mengatakan, selama proses Pemilu 2019 masyarakat Indonesia memiliki pilihan politik berbeda yang berdampak terjadinya polarisasi di masyarakat. "Dari kampret versus cebong menjadi 01 versus 02.” Rivalitas itu, kata dia, tidak sehat dan juga tidak produktif. “Fakta tentang polarisasi masyarakat ini harus disikapi dengan bijaksana dan bersungguh-sungguh."

    Baca juga: Bambang Soesatyo Ingin Minta Restu Airlangga Hartarto

    Polarisasi masyarakat yang secara perlahan-lahan membelah masyarakat ini, kata dia, tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. "Polarisasi itu akan berdampak pada melemahnya ketahanan nasional.” Pemerintah, DPR, dan semua institusi negara bersama organisasi besar di bidang keagamaan telah menunjukan keprihatinan sekaligus kepedulian terhadap masalah polarisasi ini.

    Berbagai pendekatan harus terus diupayakan untuk mengakhiri polarisasi. Namun, tanpa kesadaran, kemauan, dan peran serta masyarakat, kata dia, maka semua upaya pendekatan akan sia-sia. "Faktor penentu ada pada kemauan serta niat baik dan tulus dari semua komunitas di negara ini."

    Bambang mengatakan setelah semua proses Pemilu 2019 berakhir, seharusnya tidak ada lagi rivalitas politik antarkomunitas. “Biarlah panggung rivalitas politik itu diisi dan dilakoni para politisi sebagai sarana memperjuangkan aspirasi konstituennya masing-masing."

    Baca juga: Bambang Soesatyo Anggap Puan Berpengalaman untuk Jadi Ketua DPR

    Politikus Partai Golkar ini mengatakan patut untuk diingat dan digarisbawahi oleh semua komunitas bahwa bagi politisi, tidak ada rivalitas abadi, tidak ada pula musuh abadi, dan tidak ada teman atau anggota koalisi yang abadi. "Satu-satunya yang abadi dalam politik adalah kepentingan."

    Menurut dia, kalau sudah bicara tentang kepentingan, selalu muncul pertanyaan siapa mendapat apa dan siapa yang harus lebih didahulukan. "Jelas tidak ada alasan sedikit pun bagi semua elemen akar rumput masyarakat Indonesia mempertahankan atau merawat polarisasi sekarang ini," kata Ketua DPR itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.