Bawa 11 Penumpang, Helikopter TNI AD Hilang Kontak di Jayapura

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helikopter milik TNI untuk pengamanan Pemilu serentak 2019 terbang di Kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Jumat, 19 April 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Helikopter milik TNI untuk pengamanan Pemilu serentak 2019 terbang di Kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Jumat, 19 April 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jayapura - Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal Yoshua Sembiring membenarkan helikopter ada helikopter milik TNI yang hilang di Jayapura, Papua. Helikopter yang hilang tersebut adalah jenis MI HA-5138 milik TNI Angkatan Darat yang hilang kontak dalam penerbangan Oksibil, Ibu Kota Kabupaten Pegunungan Bintang, ke Jayapura.

    Baca: 45 Ribu TNI-Polri Diturunkan Jaga Penetapan Pemenang Pilpres

    Helikopter MI, Jumat, 28 Juni 2019, sekitar pukul 11.45 waktu setempat hilang kontak setelah terbang sekitar 5-7 menit. “Belum diketahui dengan pasti apakah saat itu cuaca diperjalanan namun dari laporan yang diterima cuaca baik sehingga helikopter tersebut terbang ke Jayapura,” kata Sembiring kepada Antara, Jumat, 28 Juni 2019.

    Mantan Kasdam III/Siliwangi yang dihubungi melalui telepon selularnya itu mengaku, sebelum hilang kontak dalam penerbangan dari Oksibil ke Jayapura, helikopter yang dikemudikan Kapten CPN Aris membawa 11 penumpang dan krew.

    Adapun nama-nama awak helikopter tersebut yaitu Kapten CPN Aris (pilot), Lettu CPN Bambang (pilot), Lettu CPN Ahwar (co pilot), Serka Suriyatna, Serda Dita, Praka Dwi Purnomo dan Pratu Aharul.

    Baca: Kapolri Apresiasi Sikap Massa yang Tertib Saat Pantau Putusan MK

    Sedangkan penumpang yang merupakan anggota Yonif 725/WRG yaitu Serda Ikrar Setya Nainggolan, Pratu Yanuarius Loe, Pratu Risno, Prada Sujono Kaimuddin dan Prada Tegar Hadi Sentana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.