Warganet Doakan Tri Rismaharini dengan Tagar #GWSbuRisma

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. TEMPO/Imam Sukamto

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Warganet memberikan perhatian besar atas kabar sakitnya  Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Mereka menggunakan tagar #GWSbuRisma di media sosial Twitter untuk menyampaikan doa dan dukungan mereka pada Risma yang didiagnosis sakit asma dan mag.

    Baca juga: Alasan Dokter Minta Wali Kota Risma Dijauhkan dari Interaksi

    Hingga saat berita ini dibuat tagar tersebut telah dicuitkan 17 ribu kali, dan menjadi tagar populer. Salah seorang warganet dengan nama akun @maaf_gan mencuitkan “Da Best of Indo Mayor,” tulisnya Kamis 27 Juni 2019, disertai unggahan foto yang dibubuhi tulisan “semoga cepat sembuh bu Risma”.

    Akun @antitikung juga mencuitkan hal serupa, dalam bahasa Inggris “Real leaders must be ready to sacrifice all for the freedom of their people, #GWSBuRisma,” tulisnya.

    Risma didiagnosa mengalami gangguan asma dan maag dan saat ini dirawat di Rumah Sakit Soetomo, sejak Rabu, 26/5. Kepala Instalasi Promosi Kesehatan dan Hubungan Masyarakat Rumah Sakit Umum Daerah dr Soetomo Surabaya, Pasta Manurung, mengatakan sebuah tim dokter dari berbagai sub spesialisasi merawat Risma secara intensif. "Total ada 15 dokter yang menangani," kata dia, di Surabaya, Rabu, 26/6.

    Menurut Pasta, sejak dirujuk dari Rumah Sakit Soewandi, kondisi penyakit asma Risma telah mengalami gradasi, sehingga terlihat lebih stabil atau tak seberat sebelumnya. Risma dirujuk ke Rumah Sakit Soetomo milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata Pasta, dengan pertimbangan rumah sakit itu lebih banyak punya konsultan dan dokter spesialis. “Sehingga lebih terpantau apa-apa saja yang harus dilakukan,” katanya.

    FIKRI ARIGI | KUKUH S WIBOWO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.