Juga Berisi Purnawirawan, Cakra 19 Tak Ikut Bravo 5 Jadi Ormas

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Tim Cakra-19, salah satu tim bayangan pemenangan calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi di pemilihan presiden 2019, Andi Widjajanto saat memaparkan data bahwa kubu paslon 01 sudah unggul dalam pertarungan di sosial media dari paslon 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Jumat malam, 25 Januari 2019. TEMPO/Dewi Nurita.

    Ketua Tim Cakra-19, salah satu tim bayangan pemenangan calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi di pemilihan presiden 2019, Andi Widjajanto saat memaparkan data bahwa kubu paslon 01 sudah unggul dalam pertarungan di sosial media dari paslon 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Jumat malam, 25 Januari 2019. TEMPO/Dewi Nurita.

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota tim Cakra 19, Laksamana Muda Purnawirawan Iskandar Sitompul menyebut kelompok purnawirawan pendukung Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin ini, tak akan ikut-ikutan berubah menjadi organisasi massa atau Ormas, seperti Tim Bravo 5.

    Baca: Berencana Jadi Ormas, Berikut Profil Tim Relawan Jokowi Bravo 5

    "Kalau Cakra 19 belum ada menuju ke arah sana," ujar Iskandar saat dihubungi Tempo pada Senin malam, 24 Juni 2019.

    Iskandar menyebut, cabang-cabang Tim Cakra 19 di semua wilayah atau provinsi juga sudah dibubarkan. "Hanya DPP Jakarta yang masih bergiat dalam jumlah personel kecil untuk memantau dan lain-lain," ujar dia.

    Berbeda dengan Cakra 19, Tim Bravo 5 yang juga merupakan kelompok purnawirawan pendukung Jokowi - Ma'ruf, malah memperkuat komponen organisasinya yang telah terbentuk sampai 34 provinsi.

    Hal itu dilakukan karena Bravo-5 berencana berubah menjadi organisasi masyarakat atau ormas . Ketua Bravo-5 Fachrul Razi mengatakan, alasannya menjadikan organisasi ini sebagai ormas, yakni untuk mendukung kerja Presiden Jokowi pada periode kedua, jika nanti telah ditetapkan.

    "Kami berpikir kerjaan rumah Pak Jokowi banyak, setelah beliau memenangkan pemilihan presiden ini. Antara lain menguatnya anti-anti Pancasila. Menguatnya kapitalisme, kelompok yang intoleran, dan sebagainya," ujar dia dalam Silaturahmi Kebangsaan Relawan Jokowi - Amin di Jakarta Pusat, Sabtu, 21 Juni 2019.

    Tim Bravo 5 dan Cakra 19 merupakan dua kelompok yang termasuk andalan di kubu Jokowi untuk meraup suara di Jawa Barat, provinsi dengan lumbung pemilih terbesar di Indonesia.

    Tim Bravo-5 terdiri dari para purnawirawan TNI yang sebagian besar merupakan lulusan Akademi Militer angkatan 1970-an, atau sama dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Tim ini terbentuk sejak 2013. Tujuannya untuk memenangkan Jokowi-JK di pemilu 2014.

    Baca: Relawan Bravo 5 Jokowi Bakal Berubah Jadi Organisasi Massa

    Adapun Cakra 19 dibentuk pada Agustus lalu. Serupa dengan Tim Bravo-5, tim ini juga diinisiasi oleh Luhut Binsar Pandjaitan. Cakra 19 berisi purnawirawan TNI yang baru satu-dua tahun pensiun. Sebagian besar memiliki latar belakang personel baret merah alias Kopassus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.