Lahan Kritis di Sulawesi Selatan Mencapai 682 Hektare

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Makasa:Lahan kritis di Sulawesi Selatan saat ini mencapai 682 ribu hektare dari 4,5 juta hektare luas daratan. "Lahan kritis itu terjadi karena perambahan hutan oleh masyarakat untuk usaha perkebunan dan pertanian," kata Kepala Dinas Kehutanan Sulsel, A Idris Syukur di kantornya hari ini. Menurut dia, Lahan kritis itu terbagi dalam kawasan hutan seluas 370 ribu hektare dan diluar kawasan hutan seluas 312 hektare. Kawasan lahan kritis ini kebanyakan berada di areal Daerah Aliran Sungai (DAS). Berdasarkan hasil analisis citra satelit, kata Idris, tingkat penutupan lahan di Sulsel masih relatif aman. Untuk kawasan hutan tertutup rapat jumlahnya 3,7 persen, hutan sekunder 34,3 persen, semak belukar 18 persen dan sisanya sekitar 45 persen sudah terbuka berupa pemukiman dan lahan olahan. "Kondisi lahan hijau Sulsel masih relatif aman, hanya distribusinya tidak proporsional dan tidak merata, sehingga daya dukung hutan tidak sama di tiap wilayah," ujar Idris. Untuk mengantisipasi masalah ini, pihaknya akan melakukan rehabilitasi lahan semak belukar yang jumlah mencapai 18 persen. Tahun ini, kemampuan reboisasi dan penghijauan oleh dinas kehutanan hanya 30 ribu hektare.Irmawati

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.