Dukung Airlangga, Golkar Sumut Tolak Percepatan Munas

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umim Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Presiden Joko Widodo alias Jokowi usai menghadiri buka puasa bersama Partai Golkar di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, 19 Mei 2019. Tempo/Friski Riana

    Ketua Umim Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Presiden Joko Widodo alias Jokowi usai menghadiri buka puasa bersama Partai Golkar di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, 19 Mei 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana Tugas Ketua Dewan Pimpinan Daerah I Partai Golkar Sumatera Utara, Ahmad Doli Kurnia menilai musyawarah nasional atau Munas Golkar selayaknya dilakukan sesuai jadwalnya pada Desember mendatang. "Tidak dimajukan dan tidak pula diundur," ujar Doli saat dihubungi Tempo pada Senin malam, 24 Juni 2019.

    Baca: Bamsoet Sebut Dapat Dukungan Para Senior Golkar Maju Jadi Ketum

    Dalam Munas Golkar mendatang, ujar Doli, siapa saja dipersilakan maju menjadi calon ketua umum. "Namun bagi DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Airlangga layak untuk didukung kembali untuk menjabat ketua umum dalam satu periode, lima tahun mendatang," ujar dia.

    Alasannya, ujar Doli, DPD PG Provinsi Sumut menilai kepemimpinan Airlangga telah mampu membalikkan keadaan dan mematahkan berbagai prediksi banyak orang yang memperkirakan Golkar akan hanya mampu memperoleh 6-7 persen di Pemilu 2019. Dalam pemilu kali ini, Golkar masih bisa merebut 85 kursi dengan predikat pemilik kursi terbanyak kedua di DPR RI.

    Sebelumnya, wacana percepatan Munas Golkar semakin menguat. Politikus senior Golkar Yorrys Raweyai mengklaim, DPD-DPD Golkar sudah mulai menggalang kekuatan. Hal tersebut tak terlepas dari kegagalan Airlangga meraih target 110 kursi dan mempertahankan 91 kursi Golkar di parlemen saat ini.

    "DPD I ada 34, DPD II 540-an, semua lagi menggalang kekuatan," ujar Yorrys. Saat ini, dia menambahkan, calon ketua umum cenderung mengerucut kepada nama Bambang Soesatyo. Selain Bambang, ujar Yorrys, kader lain yang potensial adalah Agus Gumiwang Kartasasmita, Aziz Syamsuddin, dan Zainudin Amali.

    Klaim Yorrys ditepis oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah I Golkar Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena. Ia mengatakan tak ada wacana musyawarah nasional luar biasa. Melki malah mengklaim seluruh DPD I menginginkan musyawarah digelar normal pada Desember mendatang. "Enggak ada alasan untuk dibikin percepatan. Sampai saat ini, 34 DPD kami enggak ada yang berbeda," kata Melki ketika dihubungi, Ahad, 23 Juni 2019.

    Ketua Dewan Pimpinan Daerah I Partai Golkar Jawa Timur, Zainudin Amali juga menilai belum ada hal yang mendesak hingga harus mempercepat musyawarah nasional partainya. "Sekarang ini belum ada sesuatu yang dianggap memaksa untuk harus segera mengadakan munaslub. Bahasanya tidak ada kegentingan yang memaksa," kata Amali ketika dihubungi, Ahad, 23 Juni 2019.

    Amali mengatakan, munaslub harus diusulkan minimal oleh dua pertiga dari DPD I seluruh Indonesia. Hingga saat ini, kata dia, belum ada usulan apa pun secara resmi dari DPD I untuk menggelar munaslub. "Kalau cuma dimintakan kader perseorangan itu namanya aspirasi," ujar Amali.

    Baca: Partai Golkar, Manuver Menggoyang Airlangga Hartarto Kian Kencang

    Adapun Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menegaskan pelaksanaan Munas Golkar akan tetap digelar sesuai dengan jadwal, yakni pada Desember mendatang. “Tidak ada alasan mempercepat munas, meski ada beberapa pihak mendorong untuk itu,” ujar dia setelah bertemu pengurus Golkar Bangka Belitung di Bangka, Sabtu lalu.

    DEWI NURITA | BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.