Budi Karya: Surabaya Cocok Menggunakan Moda Transportasi O-Bahn

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau Terminal.Giwangan Yogyakarta, Minggu 16 Juni 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau Terminal.Giwangan Yogyakarta, Minggu 16 Juni 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta

    Menteri Perhubungan: Surabaya Cocok Gunakan Moda Transportasi O-Bahn

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai Kota Surabaya menjadi daerah yang cocok menggunakan moda transportasi O-Bahn. "Jalannya (di Surabaya) relatif besar," kata Budi saat ditemui di Komplek Istana Negara, Senin, 24 Juni 2019

    O-Bahn adalah transportasi massal perkotaan berbasis bus pintar (smart train). Menurut Menteri Budi, O-Bahn sesuai dengan Surabaya yang dinilainya membutuhkan terobosan dari daerah tertentu yang sudah macet. “Jadi kita harus elevated.”

    Baca juga: Pemkot Surabaya Sediakan 702 Beasiswa untuk Mahasiswa di 8 PTN

    Menteri mengatakan O-Bahn merupakan moda transportasi bus yang dapat menggunakan jalan umum ataupun rel. Pilihan ini muncul dari permintaan Presiden Joko Widodo langsung. Tujuannya, untuk mengefisienkan jalan yang sudah ada.

    Skema O-Bahn akan segera dibuat dan akan lebih jelas di tahun depan. "Study mulai sekarang, tahun depan mulai perencanaan," kata Budi.

    O-Bahn diklaim lebih efisien dari Transjakarta, meski modal pembangunannya bisa lebih mahal. Diperkirakan, pembangunan O-Bahn 20 persen lebih mahal dari moda transportasi yang digunakan untuk Jakarta itu. Namun biaya operasinya bisa lebih murah karena dibandingkan dengan total produksinya.

    Baca juga: PN Surabaya Vonis Ahmad Dhani Hari Ini, 349 polisi Jaga Sidang

    Munculnya O-Bahn, kata Budi, bisa merevolusi transportasi umum di Indonesia dan bisa membuat perjalanan masyarakat lebih mudah. "Dengan mengedepankan smart city.” Kemenhub sedang melakukan kajian tentang transportasi ini untuk diterapkan di Indonesia.

    Gagasan menggunakan O-Bahn muncul sebagai jawaban dari permintaan Presiden Joko Widodo untuk mengatasi kemacetan di sejumlah kota besar di Indonesia. Kota yang disebut Budi antara lain Surabaya, Bandung, Makassar, Medan, Palembang, hingga Yogyakarta.

    EGI ADYATAMA | CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 1.087 Fintech P2P Lending Dihentikan sejak 2018 hingga 2019

    Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing mengatakan dari 2018 hingga 2019, sebanyak 1.087 entitas fintech P2P lending ilegal telah dihentikan.