Menko Luhut Pandjaitan Belum Tahu Bravo 5 Berencana Jadi Ormas

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seusai menggelar rapat bersama Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu petang, 13 Maret 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seusai menggelar rapat bersama Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu petang, 13 Maret 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku belum mengetahui rencana tim relawan pendukung Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf, Bravo 5, menjadi organisasi kemasyarakatan atau ormas. "Oh, saya belum tahu. Belum dapat kabar," kata Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 24 Juni 2019.

    Baca jugaBeda Tim Purnawirawan TNI, Bravo 5 dan Cakra 19 di Kubu Jokowi

    Meski menjadi penggagas nama Bravo 5, Luhut menyebut belum ada konsultasi dari anggota tim mengenai rencana tersebut. Namun, ia tak keberatan jika tim relawan tersebut kini akan berubah menjadi ormas. "Ya, bisa saja mereka kalau sudah mau (jadi ormas), silahkan saja," kata dia.

    Tim Bravo 5 merupakan tim relawan Jokowi sejak pilpres 2014. Nama kelompok ini digagas Luhut dan diambil dari alamat rumahnya di Jalan Banyumas Nomor 5, Menteng, Jakarta Pusat.

    Tim Bravo-5 ini terdiri dari para purnawirawan TNI yang sebagian besar merupakan lulusan Akademi Militer angkatan 1970-an, atau se-lichting dengan Luhut.

    Ada 21 purnawirawan jenderal yang masuk dalam pengurus inti tim ini. Mereka adalah orang-orang yang dianggap tahu tabiat dan mengerti cara berpikir penantang Jokowi, Prabowo Subianto. Di antaranya yakni; Letjen TNI (Purn) Sumardi, Letjen TNI (Purn) Suaidi Marasabessy, dan lainnya.

    Ketua tim relawan Bravo 5 pendukung Joko Widodo atau Jokowi - Ma’ruf Amin, Fachrul Razi berencana menjadikan komunitas yang dibentuk oleh beberapa purnawirawan jenderal itu sebagai organisasi massa. Alasannya menjadikan Bravo 5 sebagai ormas, kata Fachrul untuk mendukung kerja Presiden Jokowi pada periode kedua.

    "Kenapa? Kami berpikir kerjaan rumah Pak Jokowi banyak, setelah beliau memenangkan pemilihan presiden ini. Antara lain menguatnya anti-anti Pancasila. Menguatnya kapitalisme, kelompok yang intoleran, dan sebagainya," ujar dia dalam Silaturahmi Kebangsaan Relawan Jokowi - Amin di Jakarta Pusat, Sabtu, 21 Juni 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.