DPD I Golkar Jawa Timur Anggap Tak Ada Kegentingan untuk Munaslub

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto (ketiga kiri) didampingi pengurus partai Golkar menghadiri Rakornis Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar 2018 di Jakarta, Sabtu, 20 Oktober 2018. ANTARA

    Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto (ketiga kiri) didampingi pengurus partai Golkar menghadiri Rakornis Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar 2018 di Jakarta, Sabtu, 20 Oktober 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Daerah I Partai Golkar Jawa Timur, Zainudin Amali menilai belum ada hal yang mendesak hingga harus mempercepat musyawarah nasional partainya. Dia mengatakan, saat ini seluruh jajaran partai masih berfokus mengawal hasil Pemilihan Umum 2019, baik pemilihan presiden maupun pemilihan legislatif, yang tengah berproses di Mahkamah Konstitusi.

    Baca juga: Airlangga Hartarto: Sesuai Jadwal, Munas Digelar Desember

    "Sekarang ini belum ada sesuatu yang dianggap memaksa untuk harus segera mengadakan munaslub. Bahasanya tidak ada kegentingan yang memaksa," kata Amali ketika dihubungi, Ahad, 23 Juni 2019.

    Amali mengatakan, munaslub harus diusulkan minimal oleh dua pertiga dari DPD I seluruh Indonesia. Hingga saat ini, kata dia, belum ada usulan apa pun secara resmi dari DPD I untuk menggelar munaslub.

    "Kalau cuma dimintakan kader perseorangan itu namanya aspirasi. Kalau aspirasi wacana ada beberapa, tapi kalau secara resmi DPD provinsi belum ada sampai sekarang," kata politikus yang juga Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat ini.

    Isu munaslub ini berembus di internal Golkar setelah pencoblosan Pemilihan Umum 2019. Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai mengatakan muncul wacana percepatan munas untuk mengganti Airlangga yang dianggap gagal membawa Golkar mencapai 110 kursi yang ditargetkan di pemilihan legislatif 2019.

    Golkar hanya memperoleh 85 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat, turun enam kursi dari perolehan tahun 2014 sebanyak 91 kursi. "Itu kan konsekuensi. Kalau gagal, ya harus legawa dan kesatria dong. Tapi yang penting Golkar harus solid. Mari mencari pemimpin ke depan yang lebih baik," ujar Yorrys saat ditemui usai acara diskusi di bilangan Cikini, Jakarta pada Sabtu, 22 Juni 2019.

    Amali beranggapan musyawarah nasional sebaiknya digelar sesuai jadwal pada Desember mendatang. Toh kata dia, saat ini Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tinggal menyelesaikan tugas-tugasnya setelah rampung Pemilu 2019. "Kita jalan saja dengan seperti itu, toh, ini tinggal menyelesaikan masa bakti," kata dia.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.