Yorrys Raweyai: Munas Golkar Harus Sebelum Jokowi Susun Kabinet

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Bambang Soesatyo (kanan) bersama Politisi Senior Yorrys Raweyai (kiri) melihat karya Pewarta Foto Tempo yang dipamerkan pada Acara 20 tahun Reformasi

    Ketua DPR Bambang Soesatyo (kanan) bersama Politisi Senior Yorrys Raweyai (kiri) melihat karya Pewarta Foto Tempo yang dipamerkan pada Acara 20 tahun Reformasi "Kembal Ke Rumah Rakyat" di Kompleks Parlemen, Jakarta, 7 Mei 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus senior Golkar Yorrys Raweyai menilai, pelaksanaan musyawarah nasional atau Munas Golkar harus dipercepat. Menurut Yorrys, struktur baru Golkar harus terbentuk sebelum presiden terpilih dilantik dan menyusun kabinet.

    Baca: Didukung Daerah, Airlangga Siap Calonkan Diri Jadi Ketum Golkar

    "Periode Airlangga kan berakhir Desember tahun ini. Kalau melihat dinamika saat ini, kalau bisa dipercepat kenapa tidak? Sebelum Pak Jokowi menyusun kabinet," ujar Yorrys saat ditemui usai acara diskusi di bilangan Cikini, Jakarta pada Sabtu, 22 Juni 2019.

    Menurut Yorrys, jika struktur baru sudah terbentuk, maka partai bisa menentukan kader-kadernya yang akan diajukan duduk di kabinet. "Jangan mau semua kan, nanti udah ketum, menteri juga," ujar Yorrys.

    Menurut Yorrys, saat ini memang terjadi dinamika di partai Golkar. Dorongan percepatan Munas menguat. "DPD I kan ada 34, DPD II kan ada 540-an semuanya lagi menggalang kekuatan," ujar salah satu politikus yang mendorong Airlangga maju sebagai ketua umum pada periode sebelumnya ini.

    Sebelumnya, memang sudah ada desakan dari organisasi pemuda partai Golkar untuk mempercepat Munas mengganti Airlangga dari tampuk kekuasaan.

    Baca: Bamsoet akan Minta Masukkan Jokowi Soal Maju Calon Ketum Golkar

    Tokoh Barisan Pemuda Partai Golkar (BPPG) Abdul Aziz mengatakan, dorongan ini tak terlepas dari kekecewaan kelompoknya atas perolehan suara Golkar dalam Pemilu 2019. "Golkar kehilangan 1,2 juta lebih pemilih dan 6 kursi di DPR RI, terendah dalam sejarah pemilu kapan pun dan berada di peringkat ke-3, di bawah Gerindra," ujar Aziz saat dihubungi Tempo, Ahad malam, 16 Juni 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.