HNW Harap Umat Islam Jaga Ukhuwah

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menerima Ketua BKPRMI, Said Ali Al Idrus, di ruang kerjanya, Lt. 9, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Jakarta, 21 Juni 2019. (dok MPR RI)

    Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menerima Ketua BKPRMI, Said Ali Al Idrus, di ruang kerjanya, Lt. 9, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Jakarta, 21 Juni 2019. (dok MPR RI)

    INFO NASIONAL — Akhir Juni ini, Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) akan menggelar acara halalbihalal di Masjid Istiqlal, Jakarta. Dalam acara tersebut menurut Ketua BKPRMI, Said Ali Al Idrus, akan digelar acara santunan kepada anak yatim dan kaum duafa. Acara yang digelar bebarengan dengan salat Jumat itu juga akan diisi tauziah. “Kami meminta Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengisi acara itu,” ujar Ali.

    Permohonan menjadi penceramah dalam acara yang akan dihadiri oleh 5.000 orang disampaikan Ali saat beraudiensi dengan HNW di ruang kerjanya, Lt. 9, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, 21 Juni 2019.

    Ali menyampaikan kegiatan yang diadakan oleh organisasinya tak hanya selepas Idul Fitri. Di saat Idul Adha, dikatakan BKPRMI akan menyembelih 200 hewan potong. Hewan potong yang terkumpul akan disembelih di Rohingnya, Myanmar, daerah pesisir, serta tempat yang membutuhkan lainnya.

    Mendapat permintaan sebagai penceramah, HNW menyanggupi. Kepada delegasi BKPRMI yang hadir dalam pertemuan itu, alumni Pondok Pesantren Gontor ini mengharap agar umat Islam mengembalikan masjid pada fungsinya.

    “Yaitu mempersatukan umat dan tempat bersujud berjemaah pada Allah. Diharapkan umat Islam mampu menjaga dan mengembangkan ukhuwah yang konstruktif. Kita harus mampu menghadirkan kegiatan yang konkret, pemberdayaan umat,” tuturnya. Ditambahkan kehadiran BKPRMI agar mampu mencerahkan umat Islam.

    Diakui umat Islam berada dalam banyak organisasi massa. Meski demikian, diharapkan bila ada beda pilihan saat pemilu, jangan ada saling caci maki atau menjelekan. “Beda politik jangan sampai bermusuhan,” harapnya. Dalam berpolitik di Indonesia, menurut pria asal Klaten, Jawa Tengah, itu perjuangan yang dilakukan lewat cara-cara demokrasi.

    “Nah, salah satu cara dalam berdemokrasi adalah pemilu, banyak-banyakan suara. Untuk itulah di sini pentingnya persatuan agar perjuangan yang dilakukan bisa tercapai,” ujarnya. (*) 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.