Penahanan Tersangka Soenarko Secara Resmi Ditangguhkan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Mayor Jenderal Purnawirawan Soenarko dan tim kuasa hukumnya sesaat sebelum mendapatkan penangguhan penahanan dalam kasus kepemilikan senjata ilegal, di Rumah Tahanan Pomdam Jaya Guntur, Jakarta, Jumat, 21 Juni 2019. (Dok. Tim kuasa hukum Soenarko)

    Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Mayor Jenderal Purnawirawan Soenarko dan tim kuasa hukumnya sesaat sebelum mendapatkan penangguhan penahanan dalam kasus kepemilikan senjata ilegal, di Rumah Tahanan Pomdam Jaya Guntur, Jakarta, Jumat, 21 Juni 2019. (Dok. Tim kuasa hukum Soenarko)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Komandan Komando Pasukan Khusus Mayor Jenderal Purnawirawan Soenarko secara resmi mendapatkan penangguhan penahanan sehubungan dengan statusnya sebagai tersangka kasus kepemilikan senjata ilegal. Ia keluar dari Rumah Tahanan Pomdam Jaya Guntur, Jakarta pada Jumat, 21 Juni 2019.

    "Ini surat pemberitahuan penangguhan penahanan ini dikatakan telah dilakukan penangguhan atau pengeluaran tahanan dari Bareskrim polri yang dititipkan di Rutan POMDAM Jaya Guntur," kata pengacara Soenarko, Ferry Firman Nurwahyu, di depan Rutan Guntur, Jumat, 21 Juni 2019.

    Baca juga: Soenarko Sedang Berkemas Sambut Penangguhan Penahanan

    Soenarko itu mendekam di Rutan POMDAM Jaya Guntur sejak 20 Mei sampai 21 Juni 2019 seusai ditetapkan sebagai tersangka. Senjata laras panjang itu, diduga dikirim dari Aceh, hasil rampasan semasa pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka. Senjata api ilegal itu diduga ada kaitannya dengan kerusuhan 22 Mei 2019.

    Penangguhan penahanan itu turun setelah Soenarko mendekam sekitar sebulan di rutan khusus militer. Ferry mengatakan sebanyak 102 purnawirawan TNI dan Polri bersedia menjadi penjaminnya. Di antaranya  adalah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

    Baca juga: Kuasa Hukum Soenarko Bantah Panglima TNI Jadi Penjamin Kliennya

    Soenarko keluar dari rutan Pomdam Jaya Guntur sekitar pukul 14.00 menumpang mobil Mitsubishi Pajero hitam. Sebelumnya, Ferry lebih dulu keluar dari rutan khusus militer itu. Ketika wartawan menanyai Ferry, di saat bersamaan mobil Soenarko keluar tanpa diketahui. "Kamu wawancara saya, beliau jalan," kata Ferry.

    Ferry mengatakan Soenarko langsung menuju rumahnya untuk beristirahat. Menurut Ferry, Soenarko senang karena bisa keluar rutan. Ia mengatakan Soenarko bakal melaksanakan halal bihalal dalam beberapa hari ke depan. "Dalam satu atau dua hari ke depan," kata dia.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 1.087 Fintech P2P Lending Dihentikan sejak 2018 hingga 2019

    Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing mengatakan dari 2018 hingga 2019, sebanyak 1.087 entitas fintech P2P lending ilegal telah dihentikan.