Deputi Penindakan KPK Dikabarkan Dapat Promosi dari Mabes Polri

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Brigadir Jenderal Polisi, Firli, menandatangani pakta integritas disaksikan ketua KPK Agus Rahardjo, dalam upacara pelantikan, di gedung KPK, Jakarta, 6 April 2018. Brigjen Pol, Firli dilantik sebagai Deputi Penindakan KPK menggantikan Komjen Heru Winarko, yang telah menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional. TEMPO/Imam Sukamto

    Brigadir Jenderal Polisi, Firli, menandatangani pakta integritas disaksikan ketua KPK Agus Rahardjo, dalam upacara pelantikan, di gedung KPK, Jakarta, 6 April 2018. Brigjen Pol, Firli dilantik sebagai Deputi Penindakan KPK menggantikan Komjen Heru Winarko, yang telah menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Inspektur Jenderal Firli dikabarkan mendapat promosi jabatan dari Mabes Polri. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan hal itu yang membuat Mabes Polri menarik Firli kembali ke kepolisian.

    Baca: Penyidikan Novel Baswedan, Polda Metro Peringatkan Kuasa Hukum

    "Dia kira-kira mendapat posisi baru kan di Polri. Ditariklah (oleh Mabes Polri)," kata Saut di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Jakarta, Kamis, 20 Juni 2019.

    Saut menuturkan Mabes Polri telah mengirimkan surat penarikan kepada KPK. Tapi, ia lupa kapan persisnya Firli bakal ditarik. "Mintanya minggu lalu," kata dia.

    Polri menarik Firli ke KPK di tengah proses pemeriksaan Pengawas Internal KPK atas dugaan pelanggaran kode etik pimpinan. Indonesia Corruption Watch melaporkan Firli melanggar kode etik karena bertemu mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang Zainul Majdi. Padahal saat itu, KPK tengah menyelidiki keterlibatan TGB dalam kasus dugaan korupsi divestasi Newmont. Koalisi masyarakat sipil antikorupsi mendesak KPK memulangkan Firli ke institusinya.

    Baca: Periksa Novel Baswedan, Polisi: Lanjutan Pemeriksaan di Singapura

    Saut mengatakan proses pemeriksaan itu masih berjalan. Pimpinan KPK, kata dia, belum memberikan putusan final kepada Firli. Saut mengatakan akan segera memilih pelaksana tugas untuk menggantikan posisi Firli.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.