Pimpinan MPR Silaturahim Syawal dengan LDII

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah dan para tokoh nasional dari partai politik dan pimpinan ormas-ormas keagaman menggelar Silaturahim Syawal di kantor DPP LDII, Jakarta, pada Selasa, 18 Juni 2019. (dok MPR RI)

    Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah dan para tokoh nasional dari partai politik dan pimpinan ormas-ormas keagaman menggelar Silaturahim Syawal di kantor DPP LDII, Jakarta, pada Selasa, 18 Juni 2019. (dok MPR RI)

    INFO NASIONAL— Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) menggelar Silaturahim Syawal di kantor DPP LDII, Jakarta, pada Selasa, 18 Juni 2019. Acara bertema “Merajut Keindahan Ukhuwah Melestarikan Jati Diri Bangsa” tersebut dihadiri Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah dan para tokoh nasional dari partai politik dan pimpinan ormas-ormas keagamaan.

    Tampak hadir dalam pertemuan itu di antaranya Deding Ishak anggota DPR Fraksi Golkar, anggota DPR terpilih Lulung Lunggana, dan lain-lain. Hadir juga perwakilan Kedubes Singapura dan Malaysia, Walubi, Ketua MUI DKI, KH Munahar Muchtar, Ketua Yayasan Minhajurrosyidin Komjen (Pur) Nurfaizi, perwakilan Walubi, dan tokoh-tokoh lainnya.

    Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP LDII, Abdullah Syam, menegaskan silaturahmi ini merupakan pertemuan anak bangsa untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa dari berbagai latar belakang untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.

    Sementara itu, Ahmad Basarah mengatakan forum halalbihalal ini menyatukan semua yang berbeda-beda latar belakangnya, bahwa LDII menunjukkan diri sebagai ormas keagamaan yang tak berafiliasi dengan parpol manapun. “Sehingga PDIP bisa datang ke sini membaur dengan tokoh-tokoh Islam lainnya. Di forum ini, antara kader-kader PAN, Golkar, PDIP bisa mewujudkan ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariyah,” ujarnya.

    Basarah lalu mengenang asal usul silaturahim Syawal yang kerap juga disebut halalbihalal. Silaturahim Syawal menurutnya mulai dilaksanakan pada 1948. Saat itu Indonesia dalam keadaan berpecah belah, para elit politik saling bertentangan. Bahkan ada pemberontakan DI/TII dan PKI. Lalu, KH Wahab Chasbullah mengusulkan kepada Soekarno untuk mempertemukan para tokoh politik dalam suasana Idul Fitri. “Usul itu dilontarkan Kyai Chasbullah pada pertengahan Ramadan,” ujar Basarah.

    Bung Karno saat itu menanyakan, Silaturahim Syawal itu dinamakan apa? Lalu, Kyai Wahab menyarankan dipakai istilah "halalbihalal" dan Soekarno menyetujuinya. Sang Proklamator lalu mengundang semua tokoh politik ke Istana Negara untuk menghadiri silaturahmi bertajuk "Halalbihalal". Inilah yang kemudian disebut halalbihalal yang istilahnya saat ini mulai diasingkan dengan istilah open house. Di luar negeri, halalbihalal atau open house juga sudah ditiru menjadi tradisi umat Islam dunia, seperti di Singapura dan Malaysia,” ujar Basarah.

    Ketua DPP LDII, Chriswanto Santoso, menanggapi kekaguman Basarah terhadap LDII dengan mengatakan kehadiran para tokoh nasional dan para anggota DPR dari berbagai partai karena LDII mengedepankan prinsip keterwakilan bukan keterpilihan.

    “Seseorang bisa terpilih menjadi anggota DPR bisa karena uangnya banyak sehingga terpilih, namun ia belum tentu mewakili rakyat,” ujar Chriswanto. Dengan demikian, menurut Chriswanto, LDII selalu bisa bekerja sama dengan anggota DPR dari berbagai fraksi yang memiliki keterwakilan.

    Dengan bersatunya seluruh komponen bangsa, DPP LDII menurut Chriswanto, berharap pembangunan bisa dilaksanakan secara berkelanjutan. Pasalnya persatuan sangat penting sebagai modal pembangunan. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.