Dipanggil Bersaksi di Sidang, Menteri Agama Dikabarkan di Eropa

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Lukman Hakim saat memberikan keterangan kepada media terkait hasil sidang isbat 1 Syawal 1440 H di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, 3 Juni 2019. Berdasarkan hasil sidang, 1 Syawal 1440 H atau hari raya Idul Fitri jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Agama Lukman Hakim saat memberikan keterangan kepada media terkait hasil sidang isbat 1 Syawal 1440 H di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, 3 Juni 2019. Berdasarkan hasil sidang, 1 Syawal 1440 H atau hari raya Idul Fitri jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dipanggil untuk bersaksi dalam sidang perkara suap jual beli jabatan di Kementerian Agama. Namun, Lukman dikabarkan masih berada di Eropa.

    Baca: Menteri Agama dan Khofifah akan Bersaksi dalam Sidang Kasus Rommy

    Kepala Seksi Humas Kemenag Khoiron D mengatakan belum tahu apakah Lukman akan hadir dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Dia mengirimkan tautan ke akun Twitter Kementerian Agama @Kemenag_RI. Akun Twitter Kemenag mengunggah foto beserta penjelasan mengenai Lukman yang sedang berada di Prancis.

    "Menag @lukmansaifuddin bertemu para penerima beasiswa doktor luar negeri dari Kementerian Agama. Pertemuan berlangsung di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Perancis. Dalam kesempatan itu, Menag memberi motivasi para mahasiswa," seperti diunggah akun Twitter Kemenag, pada Rabu, 19 Juni 2019.

    Sebelumnya, Lukman dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan akan bersaksi untuk dua terdakwa dalam kasus ini, yakni Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur nonaktif Haris Hasanudin dan Kepala Kanwil Gresik nonaktif Muafaq Wirahadi.

    Dalam perkara ini, jaksa mendakwa Haris dan Muafaq menyuap mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Rommy supaya bisa terpilih menjadi Kepala Kanwil Jatim. Dalam dakwaan itu, Haris disebut memberikan duit Rp 255 juta kepada Rommy dan Rp 70 juta kepada Lukman Hakim. Duit itu diberikan lantaran Haris sempat terganjal syarat pencalonan karena pernah sanksi adminsitritaf. Adapun Rommy dan Lukman sama-sama membantah dakwaan tersebut.

    Sementara Khofifah ikut terseret dalam perkara ini lantaran Rommy menyebut bahwa Gubernur Jawa Timur itu memberikan rekomendasi agar Haris dipilih menjadi Kepala Kanwil Jawa Timur. Gara-gara penuturan Rommy, KPK memeriksa Khofifah pada 26 April 2019 di Surabaya.

    Baca: Begini Cerita Duit Rp 10 Juta Versi Menag Lukman Hakim Saifuddin

    Di kesempatan berbeda, Khofifah menampik tudingan eks Ketua Umum PPP itu. Menurut Khofifah ia terakhir bertemu Romy saat dilantik sebagai gubernur di Istana Negara pada 12 Februari lalu. "Mas Romy memberi selamat, saya jawab matur nuwun (terima kasih), nyuwun pangestu (minta doanya). Makanya saya kaget dibilang memberi rekomendasi, dalam bentuk apa?" kata Khofifah di Surabaya, 23 Maret 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.