Kejaksaan Terima 14 SPDP dari 79 Tersangka Kerusuhan 21-22 Mei

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kerusuhan 22 Mei di kawasan Petamburan, Jakarta Barat, Rabu, 22 Mei 2019. Kerusuhan di kawasan Pertamburan, Jakarta Pusat dimulai saat sekelompok orang mencoba memasuki kantor Bawaslu RI pada Selasa malam sekitar pukul 23.00.TEMPO/Amston Probel

    Suasana kerusuhan 22 Mei di kawasan Petamburan, Jakarta Barat, Rabu, 22 Mei 2019. Kerusuhan di kawasan Pertamburan, Jakarta Pusat dimulai saat sekelompok orang mencoba memasuki kantor Bawaslu RI pada Selasa malam sekitar pukul 23.00.TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta-Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah menerima 14 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) tersangka kerusuhan 21-22 Mei 2019. Belasan SPDP yang diterima oleh Kejati DKI Jakarta berasal dari penyidik atas tersangka kerusuhan yang ditahan di Polda Metro Jaya.

    “Sudah ada sekitar 14 SPDP dengan 79 tersangka yang diterima Kejati DKI,” ujar Kepala Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Mukri melalui pesan teks, Selasa, 18 Juni 2019.

    Baca Juga: Kerusuhan 21-22 Mei, Ini Tiga Hal yang Diinvestigasi Komnas HAM

    Namun Mukri tak menyebutkan satu per satu nama tersangka yang SPDPnya telah diserahkan. Ia mengatakan untuk masing-masing SPDP telah ditunjuk sejumlah jaksa untuk mengawal proses penyidikan.

    Adapun jaksa yang ditunjuk untuk menangani perkara ini adalah maksimal 70 orang. “Masing-masing SPDP itu telah ditunjuk empat sampai lima jaksa untuk mengawal proses penyidikannya,” kata Mukri.

    Simak Juga: Korban Tewas Kerusuhan 22 Mei: 8 oleh Peluru, 1 Trauma di Kepala

    Selain itu kejaksaan juga telah menerima 25 SPDP tersangka tindak pidana makar. Kendati demikian Mukri enggan menjelaskan satu per satu nama tersangka yang SPDP-nya telah diserahkan.

    Sebelumnya, kerusuhan 21-22 Mei 2019. Aksi ricuh menolak hasil Pilpres 2019 itu kemudian menimbulkan sembilan korban tewas dan ratusan korban luka-luka. Polisi pun kemudian meringkus 447 pelaku kerusuhan dan menjadikan mereka semua sebagai tersangka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.