Pembuat Hoaks Server KPU Menghilang dari Rumah Sebelum Pemilu

Rumah Wahyu Nugroho, warga Solo yang ditangkap Bareskrim Polri lantaran menyebar hoax tentang server KPU telah disetting untuk memenangkan Jokowi dalam pilpres 2019 dengan perolehan suara 57 persen. Wahyu sempat menjadi buron dua bulan hingga ditangkap di daerah Boyolali. TEMPO/AHMAD RAFIQ

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri telah menangkap Wahyu Nugroho, tersangka pembuat hoaks server Komisi Pemilihan Umum direkayasa untuk memenangkan calon presiden Joko Widodo. Dia diketahui menghilang dari kampungnya sejak sebelum pemilihan umum.

Baca juga: 2 Bulan Kabur, Penyebar Hoaks Server KPU Ditangkap

Wahyu selama ini tinggal di Kelurahan Nusukan RT 01/VI Solo. "Sudah tidak pernah lagi terlihat di kampung sejak sebelum pemilu," kata Indaryanto, Ketua Rukun Warga setempat, Selasa 18 Juni 2019.

Hanya saja, warga tidak menyangka bahwa saat itu dia tengah menjadi buron kepolisian lantaran kasus penyebaran hoax. Sebab, warga sendiri juga belum pernah melihat video hoax yang dipermasalahkan.

"Memang beberapa waktu terakhir ada beberapa orang asing datang ke kampung ini," kata Indaryanto. Orang asing itu bertanya kepada beberapa warga mengenai keberadaan Wahyu. "Mungkin dia petugas yang tengah mengejarnya," katanya.

Warga baru mengetahui bahwa Wahyu bermasalah hukum saat dia tertangkap di daerah Boyolali. "Polisi sempat membawanya ke sini untuk memberitahu keluarga," kata Indaryanto. Dari petugas yang menangkapnya, Indaryanto baru mengetahui bahwa Wahyu dituduh menebar hoaks.

Selama ini Wahyu dikenal sebagai ahli komputer dan bekerja sebagai seorang dosen. "Tapi kami tidak tahu dosen mana," katanya. Selama ini warga memang tidak mengenal secara dekat lantaran Wahyu sering beraktivitas di luar kota. "Dia juga baru 10 tahun tinggal di sini," katanya.

Aktivitas di kampung lebih banyak diikuti oleh istrinya. "Istrinya ibu rumah tangga, kegiatan sosialnya sangat bagus," kata Indaryanto. Hanya saja, setelah penangkapan tersebut, rumah yang ditinggali Wahyu dan keluarganya terlihat kosong.

Wahyu disangka menjadi orang yang pertama kali bicara mengenai server KPU telah diseting untuk memenangkan Jokowi dalam pilpres 2019 dengan perolehan suara 57 persen. Omongan yang direkam dalam bentuk video itu sempat viral di media sosial beberapa waktu sebelum pemungutan suara pilpres 2019.

Baca juga: SafeNet Pertanyakan Dasar Hukum Polisi Pantau Grup WhatsApp

Video itu diketahui diambil di rumah mantan Bupati Serang Ahmad Taufik pada 27 Maret 2019. Saat itu Wahyu memaparkan klaim temuannya soal server KPU bocor kepada para relawan salah satu pasangan calon. Ia juga menyatakan server KPU berada di Singapura.

Polisi menyebut video yang dibuat itu merupakan hoaks. Wahyu diduga membuat video itu agar ia bisa masuk menjadi ahli IT di kubu salah satu calon presiden.






CekFakta #194 Waspada Main Hakim Akibat Hoaks Penculikan Anak

3 hari lalu

CekFakta #194 Waspada Main Hakim Akibat Hoaks Penculikan Anak

Bagaimana jika hoaks penculikan malah memicu kekerasan dan pembunuhan terhadap orang tidak bersalah?


Polda Papua Barat Tangkap 5 Tersangka Lagi Pembakar Perempuan Difabel

5 hari lalu

Polda Papua Barat Tangkap 5 Tersangka Lagi Pembakar Perempuan Difabel

Polda Papua Barat membantah korban sebagai pelaku penculikan anak dan menyebut tuduhan tersebut hoaks.


Tak Terima Betrand Peto Difitnah, Ruben Onsu Ancam Lapor Polisi

6 hari lalu

Tak Terima Betrand Peto Difitnah, Ruben Onsu Ancam Lapor Polisi

Ruben Onsu diwakili pengacaranya meminta pelaku menghapus konten-konten hoaks yang menyudutkan Betrand Peto secepatnya.


Beredar Video Penculikan Anak Dimasukkan ke Dalam Karung di Bekasi, Polisi Pastikan Hoax

7 hari lalu

Beredar Video Penculikan Anak Dimasukkan ke Dalam Karung di Bekasi, Polisi Pastikan Hoax

Kapolres Bekasi meminta masyarakat tidak panik namun tetap waspada dengan maraknya isu penculikan anak.


Marak Isu Penculikan, Emak-Emak di Depok: Hoaks atau Bohong Kami Tetap Khawatir

10 hari lalu

Marak Isu Penculikan, Emak-Emak di Depok: Hoaks atau Bohong Kami Tetap Khawatir

Emak-emak di Depok diresahkan dengan maraknya isu penculikan yang merebak melalui group media sosial WhatsApp


CekFakta #193 Teknologi ChatGPT: Mempermudah Kerja atau Sebar Hoaks?

10 hari lalu

CekFakta #193 Teknologi ChatGPT: Mempermudah Kerja atau Sebar Hoaks?

Belakangan, ChatGPT membawa konsekuensi yang membuat banyak pihak jadi khawatir.


Beredar Pesan Berantai Penculikan Anak di Cibinong, Polisi: Isu Belaka

10 hari lalu

Beredar Pesan Berantai Penculikan Anak di Cibinong, Polisi: Isu Belaka

Polsek Cibinong mengimbau orang tua segera melapor ke polisi jika melihat penculikan anak


CekFakta #192 Ketika Hoaks Bersembunyi di Balik Iklan Konten Bersponsor

17 hari lalu

CekFakta #192 Ketika Hoaks Bersembunyi di Balik Iklan Konten Bersponsor

Benarkah iklan sengaja bercerita dalam bentuk hoaks?


CekFakta #191 Ad Hominem: Malah Menyerang Orangnya, Bukan Pesannya

24 hari lalu

CekFakta #191 Ad Hominem: Malah Menyerang Orangnya, Bukan Pesannya

Di dunia maya, kita kerap menemukan perdebatan tentang banyak hal di antara warganet


CekFakta #190 Mari Membedah Isi "Otak Partisan" Para Pengikut Kelompok

31 hari lalu

CekFakta #190 Mari Membedah Isi "Otak Partisan" Para Pengikut Kelompok

mengapa ada sekelompok orang yang begitu fanatik terhadap partai, ideologi, atau kelompok tertentu?