Kata PA 212 Soal Isi Instruksi Rizieq Shihab Soal Aksi Kawal MK

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus Partai Gerindra, Anggawira, bertemu Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Syihab di Mekkah, Arab Saudi, 17 Januari 2019. Istimewa

    Politikus Partai Gerindra, Anggawira, bertemu Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Syihab di Mekkah, Arab Saudi, 17 Januari 2019. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) menyatakan telah mendapatkan restu dari Rizieq Shihab untuk menggelar aksi bertajuk Halal Bi Halal Akbar 212 di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi pada Selasa, 18 Juni 2019. Juru bicara PA 212 Novel Bamukmin mengatakan Rizieq meminta pihaknya mengkoordinir aksi damai supaya umat Islam bisa menyalurkan aspirasi meminta MK memutuskan perselisihan pilpres dengan adil.

    Baca: Instruksi Rizieq, PA 212 Gelar Demo Hingga Putusan MK

    Novel mengatakan hal itu disampaikan Rizieq kepada ulama-ulama yang tergabung di PA 212. "Habib Rizieq meminta untuk mengawal karena ini aspirasi umat Islam dan harus disampaikan," kata dia saat dihubungi Senin, 17 Juni 2019.

    Novel menuturkan aksi Halal Bi Halal 212 sendiri akan digelar mulai 18 Juni 2019. Puncak unjuk rasa pada 28 Juni 2019 atau bertepatan dengan sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum. Aksi puncak akan dilakukan dengan cara salat Jumat berjamaah.

    Novel bilang rangkaian aksi itu tidak akan dilaksanakan di depan Gedung MK. Melainkan, di sekitar kawasan Monas dan Patung Kuda. Novel mengklaim massa yang mengikuti aksi akan berasal dari kawasan Jabodetabek, Jawa Barat dan Banten. Sejumlah organisasi masyarakat seperti, Front Pembela Islam, Forum Umat Islam dan Gerakan Indonesia Salat Subuh, kata Novel, akan bergabung.

    Baca: PA 212 Lebih Dengar Instruksi Rizieq Shihab Ketimbang Prabowo

    Dia menjamin aksi ini akan berlangsung damai. "Ini aksi super damai," kata dia. Terkait imbauan Prabowo untuk tidak melakukan aksi selama sidang, Novel mengatakan pihaknya menghormati anjuran itu. "Kami menganggap seperti bagi-bagi tugas, silahkan beliau tertib dalam etika politik, dan kami melakukan tugas kami," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.