Bea Cukai Serahkan 43 Laptop ke Dinas Pendidikan Indragiri Hilir

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bea Cukai Tembilahan menerima penghargaan dari Kabupaten Indragiri Hilir, karena telah menyerahkan 43 unit laptop kepada Dinas Pendiikan Indragiri Hilir.

    Bea Cukai Tembilahan menerima penghargaan dari Kabupaten Indragiri Hilir, karena telah menyerahkan 43 unit laptop kepada Dinas Pendiikan Indragiri Hilir.

    INFO NASIONAL – Dalam rangka Ulang Tahun Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang ke-54, Bea Cukai Tembilahan sebagai salah satu satuan kerja yang bertempat di Inhil, menyerahkan 43 unit laptop kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil.

    Ke-43 laptop itu merupakan barang hasil cegahan yang telah diurus status kepemilikannya menjadi milik negara pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Hibah 43 buah laptop ini merupakan bentuk dukungan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada SMP di Kabupaten Inhil yang belum mempunyai fasilitas memadai berupa laptop.

    Hal ini diapresiasi oleh Bupati Indragiri Hilir Muhammad Wardan. Sebagai bentuk apresiasi, dilakukan pemberian penghargaan kepada Bea Cukai Tembilahan, pada malam resepsi milad Kabupaten Inhil, 14 Juni 2019, karena ikut memajukan Indragiri Hilir yang bermuruah dan bermartabat.

    Kepala Kantor Bea Cukai, Tembilahan Anton Martin, secara langsung menghadiri acara penyerahan secara simbolis 43 buah laptop pada malam resepsi ulang tahun Inhil di Lapangan Gajah Mada, Tembilahan. "Sangat sayang apabila laptop sebanyak itu hanya dimusnahkan, lebih baik kita urus dan kita berikan kepada pihak yang lebih membutuhkan," ujar Anton.

    Sekretaris daerah Inhil, Said Syarifudin, sangat mengapresiasi hal yang diberikan oleh Bea Cukai Tembilahan. "Alhamdulillah, Bea dan Cukai Tembilahan menyerahkan 43 unit laptop hasil tangkapan penyelundupan. Hal ini tentunya berguna untuk kegiatan Ujian Tulis Berbasis Komputer," kata Said. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.