Petugas yang Lalai Jaga Setya Novanto Bakal Kena Sanksi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Setya Novanto, meninggalkan Rumah Tahanan Kelas 1 Cabang KPK, di gedung KPK, Jakarta, 4 Mei 2018. Pemindahan Setya Novanto ke LP Sukamiskin, setelah Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menghukum Setya 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan serta mencabut hak politiknya selama lima tahun setelah menjalani masa hukuman. TEMPO/Imam Sukamto

    Setya Novanto, meninggalkan Rumah Tahanan Kelas 1 Cabang KPK, di gedung KPK, Jakarta, 4 Mei 2018. Pemindahan Setya Novanto ke LP Sukamiskin, setelah Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menghukum Setya 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan serta mencabut hak politiknya selama lima tahun setelah menjalani masa hukuman. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan telah menyiapkan sanksi bagi petugas Lembaga Pemasyarakatan yang dinilai lalai saat menjalankan tugasnya menjaga Setya Novanto. Petugas itu dinilai lalai karena membiarkan Setya Novanto sempat kabur dari Rumah Sakit Sentosa, Bandung pada Jumat 14 Juni 2019.

    Baca juga: Setya Novanto Dipindah ke Lapas Gunung Sindur, One Man One Cell

    "Yang jadi permasalahan adalah di tataran lapangan petugas pengawalan yang seharusnya melaksanakan tugas, melekat, namun tak dilakukan di lapangan," kata Kepala Bagian Humas Ditjen PAS, Ade Kusmanto, saat ditemui di kantornya, di Jakarta Pusat, Senin, 17 Juni 2019.

    Tapi Ade mengatakan mereka belum dapat memastikan sanksi apa yang akan dijatuhkan. Ditjen PAS harus terlebih dahulu memeriksa latar belakang dan motif petugas yang lalai tersebut.

    Sejauh ini, Ade menyebut Ditjen PAS memiliki beberapa sanksi yang telah diatur. Adapun sanksinya mulai dari teguran, turun pangkat, dipindahkan tugasnya, hingga pemecatan.

    "Kemudian juga bisa, jika melanggar tingkat tinggi, hasil pemeriksaan dari tim Inspektorat, tim kanwil, nanti dari tim Dirjennya juga, tim Kamtib, ya tentunya mungkin tingkat berat akan lebih ada lagi. Tapi kan itu masih terlalu jauh karena perlu didalami," kata Ade.

    Direktur Bina Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Ditjen PAS, Junaedi mengatakan saat insiden itu terjadi Setnov didampingi oleh dua  petugas lapas dan satu anggota kepolisian. Mereka, kata Junaedi, seharusnya memberikan penjagaan melekat kepada Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, yang sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Sentosa, Bandung itu.

    Baca juga: Setya Novanto Pindah Penjara, Pengacara: Ini Seperti Pembalasan

    Namun kemudian Setnov diketahui pamit kepada pengawal untuk menyelesaikan pembayaran administrasi biaya perawatan Rumah Sakit di lantai 3. Saat itu, Setnov ada di kursi roda dan didampingi oleh keluarganya.

    "Sampai di Lantai 3, kira-kira 10 menit pengawal cek kok ngga ada. Ternyata beliau meninggalkan rumah sakit," kata Junaedi.

    Meski kembali lagi ke rumah sakit di sore hari, namun kepergian Setya Novanto itu diduga melanggar beberapa aturan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.