Wiranto: Saya Sudah Maafkan Kivlan Zen, Tapi Hukum Tetap Jalan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kepemilikan senjata api ilegal Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen di Polda Metro Jaya, Kamis, 30 Mei 2019, saat hendak dikirim ke Rutan POM Kodam Jaya, Guntur, Jakarta. Tempo/Adam Prireza

    Tersangka kepemilikan senjata api ilegal Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen di Polda Metro Jaya, Kamis, 30 Mei 2019, saat hendak dikirim ke Rutan POM Kodam Jaya, Guntur, Jakarta. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinasi Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyebut secara pribadi sudah memaafkan Mayor Jenderal (Purnawirawan) Kivlan Zen. Dalam video pengakuan tersangka perencanaan pembunuhan tokoh nasional, Kivlan disebut yang menyuruh mereka menghabisi Wiranto, Luhut Panjaitan, Budi Gunawan dan Gories Mere.

    Baca: Menhan Pastikan Tidak Bisa Bantu Masalah Hukum Kivlan Zen

    "Secara pribadi saya sudah memaafkan (Kivlan Zein)," ujar Wiranto saat ditemui di kantornya, Jakarta pada Senin, 17 Juni 2019.

    Namun demikian, kata Wiranto, sebagai Menkopolhukam dan bagian dari aparatur pemerintah, dia menyebut tidak mungkin mengintervensi hukum. "Hukum tetap berjalan, tak bisa diintervensi siapapun," ujar Wiranto.

    Dugaan keterlibatan Kivlan dalam rencana pembunuhan empat tokoh nasional diungkapkan oleh tersangka bernama Helmi Kurniawan alias Iwan. Dia mengaku mendapat perintah dari Kivlan Zein untuk membunuh Menko Polhukam Wiranto dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

    Pengakuan itu diketahui dari video yang diputar dalam jumpa pers yang diadakan Polri bersama TNI di Kemenko Polhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa, 11 Juni lalu.

    Dalam video itu Iwan mengaku mendapat bayaran Rp 150 juta untuk membeli senjata sekaligus melakukan eksekusi. "Di mana pada bulan Maret, saya dan saudara Udin dipanggil Bapak Kivlan untuk ketemuan ke Kelapa Gading. Di mana dalam pertemuan tersebut saya diberi uang Rp 150 juta untuk pembelian alat, senjata, yaitu senjata laras pendek dua pucuk, dan laras panjang 2 pucuk," kata Iwan.

    Baca: Ryamizard Tak Mau Bantu Kivlan Zen: Soalnya ini Masalah Politik

    Saat itu, kata Iwan, Kivlan Zen langsung memberikan perintah untuk membunuh dua orang jenderal sebagai target. "Adapun sesuai TO yang diberikan bapak Kivlan Kepada saya dan saya sampaikan kepada Udin adalah Bapak Wiranto dan Bapak Luhut," ujar Iwan. Kivlan sudah bolak-balik membantah terlibat dalam rencana pembunuhan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.