H.M. Prasetyo Berharap Jaksa Agung Berikutnya adalah Jaksa Karir

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan cenderamata kepada Jaksa Agung HM Prasetyo saat acara serah terima Kapal Silver Sea 2 di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis 14 Februari 2019. Kejaksaan Agung menyerahkan kapal sitaan Silver Sea 2 asal Thailand kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk dipergunakan sebagai sarana transportasi, pendidikan, dan sebagai efek jera kepada pencuri ikan di perairan Indonesia. ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan cenderamata kepada Jaksa Agung HM Prasetyo saat acara serah terima Kapal Silver Sea 2 di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis 14 Februari 2019. Kejaksaan Agung menyerahkan kapal sitaan Silver Sea 2 asal Thailand kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk dipergunakan sebagai sarana transportasi, pendidikan, dan sebagai efek jera kepada pencuri ikan di perairan Indonesia. ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan

    TEMPO.CO, JakartaJaksa Agung H.M. Prasetyo berharap jaksa agung yang akan menggantikannya kelak berasal dari kalangan internal kejaksaan. Dia menilai jaksa karir yang paling paham kebutuhan lembaganya. "Saya selalu katakan seyogyanya kejaksaan dipimpin oleh jaksa internal, mereka yang paling tahu tugas jaksa," kata dia di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Senin, 17 Juni 2019.

    Prasetyo mengibaratkan kejaksaan itu tidak seperti kendaraan yang bila rusak bisa ditinggal begitu saja. Karena itu, menurutnya jaksa agung yang jaksa karir akan bekerja lebih baik karena memiliki keterikatan dengan lembaganya. "Jadi bila rusak diperbaiki, dibenahi, tidak ditinggalkan."

    Baca juga: Jaksa Agung Nilai Kasus Makar dan Senjata Kivlan Zen Berkaitan

    Sebelum menjadi jaksa agung, Prasetyo menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum. Ia kemudian keluar dan masuk ke Partai Nasdem. Setelah terpilih menjadi Jaksa Agung, Prasetyo mengundurkan diri dari partai bentukan Surya Paloh itu.

    Penunjukan Prasetyo menjadi Jaksa Agung sempat memunculkan penolakan karena dia pernah tergabung dalam parpol.

    Baca juga: Tim Asistensi Hukum Dibentuk Wiranto, Ini Fungsi dan Wewenangnya

    Pemilihan jaksa agung adalah hak prerogatif presiden. Undang-Undang Kejaksaan menyatakan bahwa syarat menjadi Jaksa Agung adalah warga negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada Pancasila dan UUD 1945, berlatar belakang sarjana hukum, sehat jasmani dan rohani, serta berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela. Selain itu, jaksa agung juga tidak boleh merangkap jabatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Bebas Visa bagi Indonesia di Brasil dan Empat Negara

    Sejumlah negara baru saja mengeluarkan kebijakan bebas visa bagi para pemegang paspor Indonesia, bukti bahwa paspor Indonesia semakin kuat di dunia.