Beredar Pesan Kubu Prabowo Ajak Aksi Kawal Sidang MK, BPN: Hoaks

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa dari Front Pembela Islam menggelar aksi unjuk rasa di Patung Kuda Kencana Wiwaha, untuk memberikan dukungan kepada Mahkamah Konstitusi yang sedang menggelar sidang perdana gugatan sengketa Pilpres 2019 hari ini, 14 Juni 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Massa dari Front Pembela Islam menggelar aksi unjuk rasa di Patung Kuda Kencana Wiwaha, untuk memberikan dukungan kepada Mahkamah Konstitusi yang sedang menggelar sidang perdana gugatan sengketa Pilpres 2019 hari ini, 14 Juni 2019. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Andre Rosiade, membantah mereka memfasilitasi aksi massa tanggal 26-28 Juni 2019. "BPN Prabowo - Sandiaga tidak pernah memfasilitasi acara tersebut," kata Andre di Jakarta, Sabtu, 15 Juni 2019.

    Baca: Tuntut Diskualifikasi Jokowi, Kubu Prabowo Harus Penuhi 6 Syarat

    Sebelumnya tersebar luas di media sosial dan pesan singkat WhatsApp terkait informasi yang mengajak semua pendukung Prabowo - Sandiaga merapatkan gerakan khususnya di akhir bulan Juni yaitu 25-28 Juni 2019.

    Dalam pesan berantai itu disebutkan unjuk rasa tersebut merupakan puncak aksi akbar terbesar menuju kemenangan Prabowo - Sandiaga, dengan 4-8 titik kumpul yang mengelilingi Gedung KPU RI di Jalan Imam Bonjol, Jakarta. Unjuk rasa dimulai pukul 10.30 WIB.

    Target massa aksi diklaim mencapai 12-22 juta orang dan akan diisi dengan aksi orasi damai. Dalam pesan singkat itu disebutkan ajakan aksi itu dikeluarkan BPN Prabowo - Sandiaga dan Badan Kemenangan Nasional Indonesia (BKNI) Prabowo-Sandi.

    Baca: Kata Pengamat Soal Kubu Prabowo Minta MK Diskualifikasi Jokowi

    Andre mengatakan kabar bahwa BPN memfasilitasi acara tersebut adalah bohong atau hoaks dan bukan berasal dari BPN Prabowo - Sandiaga. "Informasi tersebut hoaks, berbahaya sekali mencantumkan nama BPN dalam undangannya," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.