Komnas HAM Minta Polisi Terbuka Soal Kerusuhan 22 Mei

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota polisi membongkar kawat berduri yang memblokade Jalan MH Thamrin di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Senin, 27 Mei 2019. Jalan itu juga ditutup karena sempat terjadi kerusuhan di lokasi pada 22 dan 23 Mei lalu. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Anggota polisi membongkar kawat berduri yang memblokade Jalan MH Thamrin di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Senin, 27 Mei 2019. Jalan itu juga ditutup karena sempat terjadi kerusuhan di lokasi pada 22 dan 23 Mei lalu. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia meminta tim investigasi internal Polri lebih terbuka terkait penyelidikan kerusuhan 22 Mei. Komnas HAM menyampaikan hal tersebut saat bertemu dengan tim investigasi internal polisi di Gedung Komnas HAM, pada Selasa, 11 Juni 2019.

    Baca: Tersangka Kerusuhan 22 Mei Mudik Pakai Uang Brimob, Ini Ceritanya

    “Komnas HAM minta polisi terbuka, jika nanti dalam prosesnya Komnas HAM membutuhkan keterangan lebih dari polisi, membutuhkan dokumen dari polisi, polisi mesti memberikannya pada kami,” kata Komisioner Komnas HAM, Amiruddin Al Rahab, di Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019.

    Amir mengatakan dalam pertemuan tersebut hadir Kepala Inspektorat Pengawasan Umum Polri, Komisaris Jenderal Moechgiyarto beserta 15 orang jajarannya. Moechgiyarto menjadi kepala tim investigasi yang dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian tersebut.

    Amir mengatakan dalam pertemuan itu kepolisian menyampaikan data mengenai kronologi terjadinya aksi demonstrasi yang berujung rusuh pada 21 Mei hingga 23 Mei 2019. Selain itu, kepolisian juga menyampaikan proses hukum yang dilakukan terhadap sekitar 447 tersangka pelaku tindak kerusuhan.

    Baca: Polisi Bebaskan 100 Tersangka Kerusuhan 22 Mei dari Tahanan

    Amir mengatakan saat ini Komnas HAM masih mempelajari kronologi kerusuhan 22 Mei yang dibuat oleh kepolisian. Komnas sendiri, kata dia, tengah membuat kronologi kerusuhan versi Komnas untuk melihat bagaimana peristiwa kerusuhan terjadi sampai jatuhnya korban. Ia mengatakan untuk menindaklanjuti data kepolisian, dia berharap kepolisian dapat lebih terbuka dengan mengizinkan Komnas HAM meminta keterangan dari personel kepolisian dan memberikan dokumen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.