Awas Ada Petugas KPK Gadungan, Begini Modusnya

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara KPK Febri Diansyah menggelar konferensi pers pengembangan kasus suap DPRD Malang di kantornya, Jakarta Selatan pada Selasa, 9 April 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Juru bicara KPK Febri Diansyah menggelar konferensi pers pengembangan kasus suap DPRD Malang di kantornya, Jakarta Selatan pada Selasa, 9 April 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK kembali mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati pada petugas KPK gadungan. Sebabnya, dalam waktu kurang dari sebulan saja, komisi antikorupsi sudah menerima 60 laporan masyarakat soal adanya upaya penipuan dari pihak yang mengaku KPK.

    Baca juga: Pansel KPK Minta BNPT dan BIN untuk Cek Rekam Jejak Capim

    "Sejak 23 Mei 2019 hingga hari ini, total terdapat 60 laporan pengaduan masyarakat yang mengatakan dihubungi oleh nomor tidak dikenal dan mengaku sebagai petugas KPK," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Jumat, 14 Juni 2019.

    Febri bilang modus yang digunakan penipu mirip dengan modus penipuan yang mencatut nama KPK sebelumnya. Pertama, masyarakat ditelepon melalui telepon rumah atau ponsel. Kemudian, si penipu menggunakan mesin penjawab yang akan berbicara: selamat datang di layanan pengaduan KPK, Anda mendapatkan surat peringatan dari KPK. "Kemudian, mesin mengarahkan orang yang ditelepon untuk menekan tombol 0 atau nomor lainnya," kata Febri.

    Setelah menekan tombol, calon korban akan langsung terhubung kepada si penipu. Penipu ini akan menanyakan nama dan identitas, lalu akan menyampaikan bahwa si korban sedang dibidik KPK karena melakukan pencucian uang. Si korban juga diberi tahu bahwa ada aliran uang hasil korupsi sebesar Rp 3-4 miliar yang masuk rekening bank miliknya.

    Selanjutnya, si penipu bakal menyambungkan korban ke nomor lainnya yang seolah-olah adalah kantor Kepolisian Daerah tertentu. Di sini, penipu yang lain akan mengaku sebagai petugas polisi.

    Korban bakal ditawari bantuan untuk mengamankan duitnya supaya tidak disita KPK. "Pada tahapan ini pelapor akan dimintai nomor rekeningnya," kata Febri.

    Baca juga: KPK Lelang Action Figure dari Kasus Zumi Zola

    Febri mengatakan sebagian besar orang yang melapor ke KPK berasal dari Jakarta. KPK telah mencatat sejumlah nomor yang digunakan penipu antara lain: 088152150543, 088824125486, 088500768632, 088176007253, 0215238850, 52221703, 62211101853, 0215239203, +601123026455, 0213056975, 0501491871, 021 5234790, 021 5236579, dan masih ada lainnya.

    KPK meminta bila masyarakat mendapatkan telepon dengan modus serupa agar tidak memberikan data dan informasi pribadi. Masyarakat dapat melakukan verifikasi sekaligus melaporkan upaya penipuan itu melalui call center KPK di 198. "Jika ada upaya penipuan atau pidana lebih lanjut, silakan langsung melaporkan pada kantor kepolisian terdekat," ujar Febri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.