Aksi Massa di Sidang MK, Moeldoko: Jangan Merasa Punya Kekuatan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bersama Aliansi BEM DKI di Gedung Bina Graha, Jakarta, 20 Mei 2019. Tempo/Friski Riana

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bersama Aliansi BEM DKI di Gedung Bina Graha, Jakarta, 20 Mei 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai peserta aksi yang berunjuk rasa di tengah sidang perdana sengketa Pilpres semestinya konsisten dengan imbauan calon presiden Prabowo Subianto.

    Baca: TNI-Polri Jaga Sidang Sengketa Pemilu di MK Tanpa Senjata Api

    "Ya saya pikir, harus konsisten ya apa yang diucapkan oleh pimpinannya dengan yang di bawah. Jangan mereka merasa punya kekuatan," kata Moeldoko di Gedung Krida Bakti, Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019.

    Puluhan orang dari Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) diketahui sudah berkumpul di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jumat, 14 Juni 2019, sekitar pukul 08.30 WIB. Mereka berunjuk rasa di tengah sidang perdana sengketa Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi yang tak jauh dari titik kumpul mereka.

    Selain massa GNKR, massa dari Front Pembela Islam (FPI), Alumni 212 serta kelompok mahasiswa juga akan meramaikan aksi tersebut. Padahal, Prabowo sebelumnya sudah mewanti-wanti pendukungnya untuk tidak menggelar aksi.

    Menurut Moeldoko, relawan pendukung calon presiden inkumben, Joko Widodo atau Jokowi, sebetulnya tak kalah banyak dan ingin menggelar aksi. "Cuma saya tahan aja itu. Saya enggak mau ada sesuatu yang malah nanti membuat suasana tidak bagus. Jadi jangan merasa mereka yang punya kekuatan," ujarnya.

    Baca: 3 Poin Gugatan Sengketa Pilpres Kubu Prabowo VS KPU

    Moeldoko pun mengajak semua pihak untuk sama-sama menjaga situasi dan mempercayakan proses sengketa pilpres kepada Mahkamah Konstitusi. "Masyarakat sudah tenang, sudah merasa nyaman, dimunculkan lagi ada gerakan lapangan. Buat apa itu? Sudah percayakan saja pada MK yang enggak lama ya. Kita tunggu saja."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.