H-1 Sidang Sengketa Pilpres, Kawat Duri Dipasang di Depan MK

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di depan Mahkamah Konstitusi sehari sebelum sidang pertama Perselisihan Hasil Pemilihan Umum 2019, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019. M Rosseno Aji

    Suasana di depan Mahkamah Konstitusi sehari sebelum sidang pertama Perselisihan Hasil Pemilihan Umum 2019, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019. M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Sehari menjelang pelaksanaan sidang perdana sengketa Pilpres atau Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), penjagaan di depan Mahkamah Konstitusi diperketat. Pada Kamis malam, 13 Juni 2019, kawat berduri dan pembatas beton terpasang di depan Gedung MK, di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

    Baca: Kubu Prabowo Ungkap Alasan Larang Pendukung Unjuk Rasa Sidang MK

    Meski begitu, pengguna kendaraan masih bisa melalui Jalan Merdeka Barat. Hanya saja, terjadi penyempitan di depan Gedung MK lantaran satu lajur dipakai untuk meletakkan pembatas beton dan kawat berduri.

    Sejumlah polisi juga tampak lalu lalang di depan gedung tersebut. Di sisi kiri Gedung MK yakni Kantor Radio Republik Indonesia nampak sejumlah pedagang makanan dan minuman berjualan. Mereka memanfaatkan keramaian jelang sidang PHPU. Gedung RRI juga digunakan personel kepolisian untuk beristirahat.

    Sidang perdana PHPU yang diajukan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bakal digelar di MK pada Jumat, 14 Juni 2019. Kepolisian akan menurunkan sekitar 32 ribu aparat gabungan TNI-Polri dan juga petugas kesehatan untuk mengamankan sejak sidang perdana besok, hingga sidang putusan pada 28 Juni 2019.

    Baca: Tim Hukum Prabowo: Penggelembungan 22 juta Suara Untungkan Jokowi

    "Masih 32 ribu personel gabungan Polri dan TNI, termasuk Dinas Kesehatan dan Pemerintah Daerah," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Asep Adi Saputra, Rabu, 12 Juni 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.