Polri Bantah Sebut Kivlan Zen Dalang Kerusuhan 22 Mei

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019. Ini merupakan pemeriksaan kedua Kivlan pasca-ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019. Ini merupakan pemeriksaan kedua Kivlan pasca-ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian membantah telah menyebut Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zen sebagai dalang kerusuhan 22 Mei. "Tidak ada pernyataan institusi kami bahwa KZ merupakan dalang, tidak ada, coba cek," kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal M. Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019.

    Baca juga: Pengacara Kivlan Zen Sebut Justru Kliennya yang Terancam Dibunuh

    Iqbal mengatakan dalam konferensi pers di Kantor Kementrian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan kemarin, kepolisian hanya mempublikasi perkembangan penanganan kasus kepemilikan senjata api ilegal dengan motif pembunuhan terhadap 4 pejabat dan satu pemilik lembaga survei.

    Total ada enam orang yang dijadikan tersangka kasus ini. Dua di antaranya adalah Tajudin dan Iwan Kurniawan. Keduanya mantan personel TNI. Dalam konferensi pers itu, kepolisian menampilkan video pengakuan dua tersangka tersebut.

    Menurut keduanya, Kivlan Zen adalah orang yang memberikan uang untuk membeli bedil dan memerintahkan untuk membunuh keempat pejabat tersebut. Kivlan telah dijadikan tersangka dan ditahan. Menurut Iqbal, yang menyebut Kivlan dalang kerusuhan bukan polisi.

    Baca juga: Polisi Dalami Keterlibatan Kivlan Zen di Kasus Rencana Pembunuhan

    "Yang mencantumkan narasi di media-media, televisi dan lain-lain sebagai dalang kerusuhan itu siapa? Bukan polisi," katanya.

    Meski demikian kepolisian meyakini kerusuhan 21 Mei dan 22 Mei di sekitar Badan Pengawas Pemilu, Jakarta Pusat telah direncanakan. Sebab, massa sudah menyiapkan batu, molotov dan senjata untuk melawan polisi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.