Sjamsul Nursalim di Singapura, Ini Kemungkinan untuk Mengadilinya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sjamsul Nursalim. Dok.TEMPO/ Robin Ong

    Sjamsul Nursalim. Dok.TEMPO/ Robin Ong

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana mengatakan sangat memungkinkan jika persidangan tersangka korupsi Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim, digelar secara in absentia atau tanpa kehadiran mereka. Alasannya karena saat ini, pengendali saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) itu masih berada di luar negeri.

    “Banyak yang menyampaikan dia berada di Singapura tapi sampai hari ini juga belum memenuhi panggilan KPK,” ujar Kurnia kepada Tempo, 12 Juni 2019.

    Baca juga: KPK Akan Sita Aset, Berikut Daftar Kekayaan Sjamsul Nursalim

    Dalam penyidikan Syafruddin Arsad Tumenggung yang lebih dulu terjerat kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Sjamsul sudah dikirimi surat untuk diperiksa sebagai saksi namun dia juga tidak hadir. Kurnia mengatakan dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, memungkinkan persidangan dimulai tanpa hadirnya terdakwa, dan memang hal itu dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan aset.

    Kerugian negara dari kasus BLBI sekitar Rp 4,58 triliun. “Seharusnya KPK bisa lebih melihat aset-aset dari tersanga dan segera disita.” Aset-aset itu bisa dijadikan bukti di persidangan dan diputus oleh hakim untuk bisa dirampas untuk negara.

    ICW berharap agar Sjamsul dan istrinya bersikap kooperatif. Setidaknya memenuhi panggilan jika dipanggil KPK. “Tapi kalau tidak memungkinkan, persidangan in absentia memang harus dilakukan.”

    Baca juga: Sjamsul Nursalim Tersangka Kasus BLBI, Begini ... 

    Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Febri Diansyah, mengatakan saat ini lembaganya berfokus dalam proses penyidikan. Kemungkinan mengadili secara in absentia, itu soal proses pengadilan.

    “Sekarang masih proses penyidikan, jadi kami akan lakukan kewenangan-kewenangan dan tahapan-tahapan yang memungkinkan di proses penyidikan ini untuk menangani perkara BLBI ini,” kata Febri di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa lalu, 11 Juni 2019. Dia berharap Sjamsul Nursalim dan Itjih bisa datang ke KPK sebagai tersangka dan saksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.