Begini Cara Pansel KPK Jemput Bola Kandidat Berkualitas

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) usai bertemu dengan pimpinan KPK, pada Rabu, 12 Juni 2019 TEMPO/Andita Rahma

    Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) usai bertemu dengan pimpinan KPK, pada Rabu, 12 Juni 2019 TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK), Diani Sadia Wati, mengatakan bahwa tim Pansel KPK akan jemput bola calon pimpinan KPK ke delapan daerah. "Kami menjaring calon-calon dari daerah," kata Diani dalam konferensi pers di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019.

    Masing-masing anggota Pansel KPK secara serentak berkunjung ke delapan  daerah pada 19 Juni 2019. Misalnya, Hendardi akan sosialisasi ke Malang, Hamdi Moeloek ke Semarang, Harkristuti Harkriswono ke Bandung, Mualimin Abdi ke Surabaya, Marcus Priyo ke Pontianak, Diani ke Pekanbaru, dan Al Araf ke Yogyakarta.

    Baca juga: Tim Pansel KPK akan Temui Pimpinan KPK dan Jaksa Agung Besok

    Tim Pansel KPK bekerja sama dengan Transparency International Indonesia (TII). Delapan provinsi yang dituju, kata Diani, merupakan daerah-daerah yang menjadi pilot project TII.

    "Kami akan membahas bersama, berdiskusi dengan kalangan perguruan tinggi, CSO, dan media.” Prinsipnya, pansel KPK  sangat terbuka untuk akomodasi yang dibutuhkan masyarakat.

    Baca juga: Profil 9 Anggota Pansel KPK Pilihan Jokowi

    Anggota Pansel KPK, Al Araf, menuturkan bahwa jemput bola Pansel KPK merupakan upaya aktif untuk mendapatkan kandidat yang punya kapasits dan kompetensi, termasuk bagian dari transparansi proses penjaringan capim KPK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.