Bareskrim Polri Tangkap 6 Warga Malaysia Pengendar Narkoba

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka dan sejumlah barang bukti dihadirkan dalam rilis kasus penyelundupan sabu sindikat Malaysia di Batavia Marina Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019. Para tersangka menyelundupkan puluhan sabu menggunakan kapal pesiar jenis yacht. ANTARA

    Tersangka dan sejumlah barang bukti dihadirkan dalam rilis kasus penyelundupan sabu sindikat Malaysia di Batavia Marina Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019. Para tersangka menyelundupkan puluhan sabu menggunakan kapal pesiar jenis yacht. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta-Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal  Polri menangkap enam orang warga negara Malaysia sebagai tersangka tindak pidana peredaran narkoba. Keenam tersangka merupakan penyelundup narkotika jenis sabu di dalam kapal yatch pada 4 Juni 2019.

    Mereka adalah Mohammad Ikhsan Firdaus, Iskandar Zulkarnain, Mohammad Hasri bin Mohammad Taib, Sahron Nissam, Sallehuddin, dan Rahizam. Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Komisaris Besar Krisno Siregar mengungkapkan kapal yatch yang digunakan para pelaku adalah kapal sewaan untuk mengelabui petugas.

    Baca Juga: Bea Cukai Gagalkan Peredaran Narkotika di Sejumlah Wilayah

    "Keenam tersangka telah ditangkap dalam waktu yang bersamaan. Salah satu dari tersangka itu berperan sebagai pengendali jaringan narkotika Malaysia-Indonesia yang berada di Hotel Aston Pluit Jakarta," ucap Krisno melalui siaran pers, Selasa, 11 Juni 2019.

    Dalam penangkapan itu polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni dua buah koper berisi 37 plastik bungkus teh hijau yang merupakan sabu 37 kilogram, satu unit kapal pesiar Malaysia dan empat unit telepon genggam.

    Simak Juga: BNN Sita Aset Rp 3,21 miliar dari Bisnis Narkoba di Lapas

    Krisno pun memastikan pihaknya tidak akan berhenti pada enam tersangka yang ditangkap. Polisi akan terus mengembangkan perkara tindak pidana narkoba tersebut. Sebab, tak menutup kemungkinan masih adanya pelaku dalam jaringan yang sama.

    Hingga saat ini keenam tersangka tengah diperiksa secara intensif untuk mengungkap tersangka lain yang diduga terlibat. Pihaknya juga bekerja sama dengan pihak Malaysia untuk mengungkap jaringan itu. "Kami masih melakukan penyidikan terkait kasus tersebut dan bekerja sama dengan conterpart asing. Selain itu juga berkoordinasi dengan unsur terkait untuk penyidikan lebih lanjut," kata Krisno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.