Pimpinan PPP Belum Berhasil Menghubungi Habil Marati

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani sebelum memasuki lokasi Debat Capres Kelima, Hotel Sultan, Sabtu, 13 April 2019. TEMPO/Irsyan

    Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani sebelum memasuki lokasi Debat Capres Kelima, Hotel Sultan, Sabtu, 13 April 2019. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani buka suara soal Habil Marati, politikus partai berlambang Ka'bah itu, yang ditengarai memberikan uang senilai Rp 60 juta kepada Iwan Kurniawan.

    Baca juga: Eks Anggota Tim Mawar Diduga di Belakang Peristwa 21-22 Mei

    Iwan adalah bekas anak buah mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal (purn) Kivlan Zein. Mantan tentara yang berhenti setelah desersi pada 2005 ini diduga diminta Kivlan untuk melakukan pembunuhan terhadap sejumlah pejabat negara.

    Arsul mengatakan, PPP sudah mencoba menghubungi Habil melalui nomor telepon yang mereka miliki, tetapi belum tersambung. Namun kata dia, pada prinsipnya PPP menyerahkan proses hukum kepada aparat.

    "Siapa saja termasuk kader PPP yang diduga melakukan suatu perbuatan pidana ya silahkan diselidik dan disidik, dilakukan proses hukum," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019.

    Arsul menegaskan aparat tak perlu merasa tak enak lantaran Habil adalah anggota partai koalisi pendukung Jokowi. Dia berujar semua orang memiliki kedudukan sama di hadapan hukum.

    Dugaan keterlibatan Habil Marati terungkap dalam penelusuran Majalah Tempo ihwal aktor-aktor yang ada di balik kerusuhan 22 Mei lalu. Dalam terbitan majalah itu edisi 10 Juni, Habil disebut pernah memberikan uang sebesar Rp 60 juta kepada Iwan Kurniawan.

    "Pak Habil hanya bilang, 'Demi bangsa dan negara. Semangat!'," ujar Iwan, dikutip dari Majalah Tempo. Menurut dia, pertemuan dengan Habil tak menyinggung soal rencana eksekusi pejabat.

    Kuasa hukum Habil, Sugito Atmo Prawiro, mengatakan uang yang diberikan kepada Iwan merupakan sumbangan Habil untuk menggelar diskusi bertema Pancasila dan antikomunisme.

    "Tak ada relevansi aktivitas Pak Habil dengan isu penembakan sejumlah pejabat," kata Sugito. Menurut dia, Habil membantah jika disebut sebagai donatur pembelian senjata. (Selengkapnya di Majalah Tempo, klik di sini: https://majalah.tempo.co/read/157812/bau-mawar-di-jalan-thamrin)

    Arsul tak mau berandai-andai soal dugaan keterlibatan Habil Marati. Namun dia berujar, aturan partainya menyebutkan kader yang tersangkut perkara pidana akan diberhentikan. "Tapi nanti kita lihatlah, kan jadi tersangka saja belum, masa harus berandai-andai. Biarkan proses hukum berjalan," kata anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat ini

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | MAJALAH TEMPO


  • PPP
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.