Warga Terdampak Banjir Samarinda Mencapai 20 Ribu Jiwa

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menerobos banjir menggunakan ban di kawasan Simpang Lembuswana, Samarinda, Kaltim, Senin, 10 Juni 2019. ANTARA

    Warga menerobos banjir menggunakan ban di kawasan Simpang Lembuswana, Samarinda, Kaltim, Senin, 10 Juni 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Samarinda - Jumlah warga yang menjadi korban dan terdampak banjir di sejumlah kawasan di wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, hingga Selasa, 11/6, diperkirakan mencapai 20 ribu jiwa. Ditengarai, kawasan yang digenangi banjir makin meluas hingga meliputi tiga wilayah kecamatan.

    Sekretaris Kota Samarinda, Sugeng Chairuddin mengatakan area banjir semakin meluas hingga telah meliputi dari tiga wilayah kecamatan. "Sebelumnya hanya di wilayah Kecamatan Samarinda Utara," kata dia di Samarinda, Selasa, 9/6.

    Tiga kecamatan yang terendam banjir itu adalah Kecamatan Samarinda Utara, Kecamatan Samarinda Ulu, dan Kecamatan Sungai Pinang. "Jumlah warga yang terdampak mencapai 20 ribu jiwa," ucap Sugeng. Kawasan yang terendam yang parah di antaranya sepanjang Jalan Kemakmuran dan Jalan Sentosa Dalam.Pengendara mendorong motornya untuk menerobos banjir di kawasan Simpang Lembuswana, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Senin, 10 Juni 2019. Banjir merenam sejumlah ruas jalan utama dan beberapa kawasan di Kota Samarinda. ANTARA

    Genangan air bervariasi mulai dari selutut hingga setinggi orang dewasa. Wilayah yang terendam, antara lain, kawasan Perumahan Bengkuring, Griya Mukti, Gunung Lingai, Jalan Pemuda, Jalan Ahmad Yani, Jalan Remaja, Jalan DR Soetomo, dan kawasan Temindung yang meliputi Jalan Gelatik, Jalan Belatuk, dan Jalan Gatot Soebroto.

    Berdasarkan penelusuran wartawan hingga lokasi banjjir, banyak korban banjir membutuhkan bantuan diantaranya berupa makanan siap saji, pakaian, dan selimut. Warga juga membutuhkan pasokan air bersih dan obat-obatan, karena mereka sudah bertahan di lokasi banjir sekitar lima hari ini.

    Sebagian besar korban membutuhkan bantuan yang siap digunakan mengingat peralatan dan fasilitas untuk mengolah bantuan tidak tersedia di lokasi banjir. Sejumlah pihak dilaporkan segera menyalurkan bantuan, antara lain, dari Telkomsel Grapari Samarinda. Hari ini perusahana telekomunikasi ini kembali menyalurkan bantuan yang diserahkan melalui PMI Provinsi Kaltim.

    Para relawan dan wartawan yang ke lokasi banjir mengimbau masyarakat membantu dalam bentuk makanan siap saji, minuman, dan tidak memberikan bahan makanan mentah karena mereka tidak bisa memasaknya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.