Polisi: 67 Pelaku Kerusuhan 22 Mei Masih di Bawah Umur

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kerusuhan 22 Mei di kawasan Petamburan, Jakarta Barat, Rabu, 22 Mei 2019. Kerusuhan di kawasan Pertamburan, Jakarta Pusat dimulai saat sekelompok orang mencoba memasuki kantor Bawaslu RI pada Selasa malam sekitar pukul 23.00.TEMPO/Amston Probel

    Suasana kerusuhan 22 Mei di kawasan Petamburan, Jakarta Barat, Rabu, 22 Mei 2019. Kerusuhan di kawasan Pertamburan, Jakarta Pusat dimulai saat sekelompok orang mencoba memasuki kantor Bawaslu RI pada Selasa malam sekitar pukul 23.00.TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 67 dari total 447 orang yang ditangkap karena diduga diduga terlibat dalam aksi kerusuhan 22 Mei di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta, masih berusia di bawah umur.

    Baca: Polisi Kantongi Rekaman Pembicaraan Aktor Kerusuhan 22 Mei

    "Terkait dengan peristiwa 21-22 Mei lalu, sudah disampaikan dalam beberapa kesempatan yang lalu ada 447 tersangka yang telah ditetapkan dan di antaranya ada 67 anak-anak di bawah umur," tutur Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019.

    Asep menuturkan, untuk pelaku yang masih anak-anak, dilakukan diversi dan dikembalikan kepada orang tuanya dan sebagian menjalani pelatihan dan pembinaan. Hal ini, kata dia, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Dalam UU tersebut, disebutkan bahwa anak yang berkonflik atau berhadapan dengan hukum menjalani diversi atau pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

    Polisi juga masih melakukan pemetaan untuk mengungkap aktor intelektual, koordinator lapangan, dan eksekutor di lapangan. Asep mengtakan polisi akan segera mengungkapkan hasilnya.

    "Masih pendalaman, secepatnya kami akan berikan update kepada teman-teman," tutur Asep.

    Terkait tuntutan transparansi korban jiwa lantaran peluru tajam, Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan pihaknya telah membentuk tim investigasi yang bekerja mencari fakta terkait urutan kegiatan atau kejadian peristiwa 21-22 Mei, termasuk hingga timbul korban jiwa.

    Baca: Komnas HAM: CCTV Bisa Jadi Alat Bukti Kerusuhan 22 Mei

    Selain polisi, Ombudsman RI dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) juga bekerja secara paralel untuk mengonfirmasi hasil dari temuan tim investigasi yang dibentuk Polri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.