Indonesia Terus Aktif di APEC Energy Working Group

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Forum APEC Energy Working Group yang berlangsung pada 20-25 Mei 2019, di Shangri-La at the Fort, Taguig City, Metro Manila, Filipina.(Dok. EBTKE)

    Forum APEC Energy Working Group yang berlangsung pada 20-25 Mei 2019, di Shangri-La at the Fort, Taguig City, Metro Manila, Filipina.(Dok. EBTKE)

    INFO NASIONAL – Perwakilan Kementerian ESDM pada 20 Mei 2019 lalu hadir menjadi Delegasi Republik Indonesia (Delri) di ajang pertemuan 57th APEC Energy Working Group and Its Associated Meetings (EWG 57). Acara ini berlangsung tanggal 20-25 Mei 2019, di Shangri-La at the Fort, Taguig City, Metro Manila, Filipina.

    Rombongan Delri dipimpin oleh Tenaga Ahli Menteri ESDM Kasminto Suratnoputro, didampingi oleh Kepala Bidang Kajian Strategis Pusdatin ESDM selaku wakil pimpinan Delri, perwakilan Direktorat Jenderal EBTKE, perwakilan Sekretariat Jenderal ESDM, serta perwakilan KBRI Manila.

    EWG merupakan forum APEC yang menjadi wadah diskusi isu-isu di bidang energi, yang dilaksanakan secara bergiliran antara negara-negara APEC sebanyak dua kali dalam satu tahun. EWG 57 merupakan pertemuan EWG pertama di tahun 2019. Pertemuan terdiri dari Expert Group Chairs Meeting, APERC Workshop, Energy Resilience Taskforce Meeting, LCMT Task Force Meeting, APSEC Workshop, Energy Conservation and Effiency workshop, EWG 57 Plennary Meeting.

    Pada kesempatan itu, Pimpinan Delri, Kasminto menyampaikan bahwa Indonesia telah sukses melaksanakan program-program peningkatan rasio elektrifikasi, seperti distribusi LTSHE, PJU-TS, dan program sinergi dengan Kementerian BUMN dan 35 perusahaan milik negara dalam hal penyediaan akses listrik gratis, yang turut berkontribusi dalam pencapaian 98,3 persen elektrifikasi nasional tahun 2018. Program-program peningkatan rasio elektrifikasi diarahkan agar semaksimal mungkin mendukung pengembangan sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT), termasuk dengan pengembangan fasilitasi off-grid di daerah-daerah dengan potensi EBT.

    “Tidak hanya berkontribusi pada peningkatan rasio elektrifikasi, program-program ini juga berkontribusi pada peningkatan perekonomian masyarakat, dan mendukung perkembangan tingkat literasi dan keamanan wilayah setempat, terutama pada masyarakat kurang mampu,” kata Kasminto.

    Lebih lanjut Kasminto menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan tarif pembelian listrik EBT oleh PLN dengan skema BPP melalui Peraturan Menteri ESDM No. 55 K/20/MEM/2019. Skema ini mulai berlaku pada periode 1 April 2019 sampai dengan 31 maret 2020 dan akan diperbaharui setiap satu tahun.

    Terkait kemigasan, Pemerintah Indonesia telah melaksanakan program pengembangan jaringan gas kota. Pada kurun 2009-2018, Kementerian ESDM telah membangun jaringan gas perkotaan sebanyak 325.773 jaringan di 16 provinsi.

    Partisipasi Aktif Indonesia dan Sinergi dengan Pemda

    Delri juga menyampaikan bahwa Indonesia telah secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan di bawah APEC EWG dengan peran serta dari Pemerintah Daerah (Pemda). Kegiatan antara APEC dengan Pemerintah Indonesia yang saat ini sedang berjalan adalah pengembangan Low Carbon Model Town (LCMT) di Banda Aceh.

    LCMT merupakan kegiatan pengembangan kota rendah karbon yang dilaksanakan oleh Asia Pasific Energy Research Center (APERC), lembaga riset pertama di bawah APEC EWG. Kegiatan yang sudah terlaksana di Aceh adalah feasibility study pada awal tahun 2019, dan telah dihasilkan rekomendasi kepada Pemerintah Indonesia. Kegiatan tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Aceh dan direncanakan akan dikembangkan lebih jauh dengan partisipasi swasta melalui skema Public Private Partnership serta pembiayaan berbasis komunitas.

    Selain LCMT Aceh, telah diusulkan pula pelaksanaan proyek Demonstration and Promotion of Energy Resilience tool based on Solar-Powered Emergency Shelter Solutions for Natural Disaster in APEC (SPESS) di Sulawesi Utara, oleh APEC Sustainable Energy Centre (APSEC), lembaga riset kedua di bawah APEC EWG. Terkait hal tersebut, pimpinan Delri menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia mendukung pelaksanaan program-program terkait mitigasi bencana, disaster relief, serta peran EBT untuk memenuhi kebutuhan energi pada situasi kebencanaan.

    Lead Shepherd (Pimpinan Forum) EWG Dr. Jyuung Shiauu Chern, menyampaikan apresiasinya atas peran aktif Indonesia pada forum-forum di bawah APEC EWG. Ia juga mengapresiasi dukungan Indonesia pada pengumpulan data melalui kegiatan Joint Data Initiative (JODI) Oil dan JODI Gas, terutama melalui pelaksanaan pertemuan EGEDA 30 pada tanggal 28 Februari 2019 di Bali, Indonesia, oleh Pusdatin ESDM.

    Indonesia akan menjadi tuan rumah pelaksanaan APEC EWG 59 pada semester pertama tahun 2020 mendatang. Salah satu kandidat lokasi pelaksanaan pertemuan tersebut adalah Provinsi Jawa Timur. Adapun pertimbangan pemilihan tempat adalah adanya fasilitas/lokasi yang mumpuni sebagai tujuan kunjungan lapangan. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.