Menko Polhukam Gelar Rapat Stabilitas Keamanan Terkait Sidang MK

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Kiri-kanan) Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Menkum & HAM Yasonna Laoly, dan Mendagri Tjahjo Kumolo dalam rapat tingkat menteri di Kantor Kementerian Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Senin 10 Juni 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    (Kiri-kanan) Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Menkum & HAM Yasonna Laoly, dan Mendagri Tjahjo Kumolo dalam rapat tingkat menteri di Kantor Kementerian Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Senin 10 Juni 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, mengadakan rapat setingkat menteri membahas keamanan saat lebaran dan pasca lebaran. “Sudah selesai liburan panjang, kembali konsentrasi kita menjaga stabilitas politik keamanan pasca lebaran, terutama sidang Mahkamah Konstitusi (MK),” ujar Wiranto saat membuka rapat tingkat menteri di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Senin 10 Juni 2019.

    Baca juga: Menko Polhukam Wiranto Gelar Rapat Evaluasi Pengamanan Lebaran

    Dari hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum pada 21 Mei lalu menunjukkan pasnagan calon presiden nomor urut 01 Jokow Widodo – Ma’ruf Amin memenangkan kontestansi pemilihan presiden. Pasnagan ini unggul dengan selisih suara 16.594.335 atas pasnagan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. Kubu Prabowo menolak hasil ini dan beberapa hari kemudian melalui tim hukumnya, ia mengajukan permohonan sengketa ke MK. 

    Selain permohonan sengketa pilpres itu, ada juga ratusan permohonan lain yang diajukan oleh para calon legislatif, dengan berbagai alasan kepada MK. Pada 14 Juni, MK akan mengadakan sidang perdana untuk kasus sengketa yang diajukan kubu Prabowo.

    Wiranto mengaku mengapresiasi langkah para kontestan yang memilih menyelesaikan permasalahan terkait pemilu melalui jalur hukum, yakni bersidang di MK. Ia pun berharap agar para kontestan konsisten dan menghormati apapun keputusan MK nantinya.  “Dengan menerima keputusan MK itu, (artinya) tidak akan meperpanjang permasalahan,” tutur mantan Panglima TNI ini.

    Dalam rapat tingkat menteri tampak hadir Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Tito Karnavian, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, Menteri Pertahanan Ryamirzad Ryacudu. Juga hadir para deputi-deputi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.