Pengamat: Jokowi Harus Jaga Komposisi Koalisi dan Oposisi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengamat Politik Lingkar Madani Ray Rangkuti, Pakar Politik Universitas Airlangga Kacung Marijan, dan Peneliti LSI Taufik Febri dalam sebuah acara diskusi bertajuk di Menemukan Tokoh Muda dan Islami di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, 27 Januari 2018. Dewi Nurita/Tempo.

    Pengamat Politik Lingkar Madani Ray Rangkuti, Pakar Politik Universitas Airlangga Kacung Marijan, dan Peneliti LSI Taufik Febri dalam sebuah acara diskusi bertajuk di Menemukan Tokoh Muda dan Islami di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, 27 Januari 2018. Dewi Nurita/Tempo.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai saat ini komposisi antara koalisi pemerintah dan oposisi, sudah sangat seimbang. Karena itu, Jokowi harus menjaga keseimbangan ini, agar demokrasi bisa tetap berjalan. "Bagaimanapun, negara demokrasi yang kuat harus diimbangi oleh kekuatan oposisi yang elegan," kata Ray saat dihubungi Tempo, Senin, 10 Juni 2019.

    Saat ini kubu oposisi terdiri dari empat partai besar, yakni Partai Gerindra, Partai Keadilan Sosial, Partai Amanat Nasional, dan Partai Demokrat. Namun belakangan, wacana Partai Demokrat dan PAN berpindah haluan semakin menguat merujuk pada sikap kedua partai yang menunjukan keintiman dengan pemerintah.

    Baca juga: Habis Beri Dukungan di Pemilu, Minta Jatah Menteri Kemudian

    Menjaga komposisi ini sepenuhnya ada di tangan Jokowi. Jika Jokowi ingin menumbuhkan pengelolaan kenegaraan yang seimbang, pilihannya adalah mencukupkan pembelahan partai ini. "Paling jauh adalah melibatkan Partai Demokrat.” Adapun PAN, apalagi PKS dan Gerindra, sebaiknya dibiarkan di barisan luar atau oposisi.

    Ray menegaskan kubu oposisi yang dimaksudnya adalah oposisi konstruktif dan menumbuhkan peradaban. "Jadi bukan oposisi asal beda, apalagi oposisi tukang nyinyir."

    Baca juga: Kata PDIP Soal Nama Calon Menteri di Kabinet ... 

    Ray mengatakan terlalu banyak parpol yang ada di dalam deretan pendukung Jokowi dapat berakibat tidak baik bagi demokrasi. Keseimbangan kekuasaan bakal tidak berjalan dengan semestinya. Dengan empat  partai di koalisi Jokowi, sudah hampir 60 persen kursi legislatif dikuasai oleh inkumben. “Apalagi jika Partai Demokrat bergabung dalam kekuasaan Pak Jokowi."

    Ia meminta Jokowi bersikap tegas dan bisa tetap menjaga alur demokrasi berjalan sebagaimana mestinya. "Hanya presiden yang kurang percaya diri yang menginginkan serta membutuhkan banyak dukungan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.